Menjajal Mazda CX-5 dengan Rasa Skyactiv
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Minggu, 15 April 2012 07:43 WIB
Mazda CX-5 bermesin diesel 2.188 cc, konsumsi BBM CX-5 bermesin diesel 2.188 cc ini diklaim bisa menembus 20 km per liter. yahoo! UK

TEMPO.CO, HIROSHIMA -Mobil Mazda CX-5 itu meliuk-liuk mengikuti jalan berbelok di Miyoshi Proving Ground, Prefektur Hiroshima, Jepang. Saya tidak merasakan limbung ke kanan dan kiri, meskipun Pemimpin Redaksi Motor Trend Munawar Chalil membawa mobil tersebut dengan kecepatan tinggi.

Ketika Tempo ganti mengemudi melintasi jalan beton yang kasar, tidak dirasakan guncangan. Pada saat mobil sport utility vehicle (SUV) 2000 cc tersebut dikebut hingga kecepatan 170 km/jam, kestabilannya masih terjaga. Termasuk kala melintasi jalan miring dan agak menikung.

"Saya tidak merasa membawa SUV, tapi seperti mengemudikan mobil sedan," kata Munawar seusai test drive Mazda CX-5 di Kota Miyoshi, 7 April lalu. Penilaian senada diungkapkan enam wartawan Indonesia lainnya yang diundang Mazda Motor Corporation ke kantor pusatnya di Hiroshima.

Menurut Wakil Pemimpin Redaksi Tabloid Otomotif Bimo Aribowo, mengendarai CX-5 seperti menyetir mobil buatan Eropa kelas premium. "Hampir sama kala kita membawa Audi," ujar dia.

Manakala mobil dibawa dengan kecepatan tinggi, kata Bimo, suspensinya stabil. Pada jalan tikungan dan berbelok-belok, pengemudi dan penumpang tidak limbung.

CX-5, yang akan masuk ke Indonesia pada Juni mendatang, memang generasi pertama mobil Mazda yang menggunakan teknologi skyactiv dan rancangan Kodo-soul of Motion. "Ini bagian dari visi kami membuat mobil yang menggairahkan yang memikat orang untuk berkendara, menikmatinya, dan ketagihan," kata Yuji Nakamine, Direktur dan Eksekutif Pemasaran Global Mazda Motor Corporation.

Aplikasi teknologi ini dan rancangan Kodo terwujud dalam efisiensi yang tinggi pada mesin dan transmisi. Selain itu, bentuk dan sasisnya ringan, aerodinamis, kokoh, enak dipandang, serta aman.

Mazda mengklaim konsumsi bahan bakar CX-5 lebih efisien dibanding kendaraan Mazda sebelumnya. Koefisien drag-nya 0,33. Bobot struktur mobil memiliki keringanan 8 persen dibanding generasi sebelumnya. Bobot yang ringan ini bakal memperbaiki efisiensi bahan bakar dan performa kendaraan.

Ketika Tempo membawa CX-5, pergantian giginya smooth, tak terasa ada jeda atau sentakan. Baik gigi atas maupun bawah. Sistem pengeremannya bekerja dengan baik. Kala CX-5 dibawa dengan kecepatan di atas 100 km/jam dan direm mendadak, tidak membuat kita kaget. Badan mobil juga tidak terlihat menukik.

Teknisi Mazda menjelaskan, hal itu karena suspensi dan sasis mobil dibuat lebih rigid sehingga tempat duduk pengendara dan penumpang terasa lebih empuk dan stabil. Pada jalan berbelok, tracking control mulai bekerja membantu pengemudi. Walhasil, stabilitas mobil tetap dalam kondisi normal dan tidak slip.

Untuk mengesankan sebagai mobil mewah, Mazda memberi sejumlah fitur yang “wah”, mulai sunroof, adaptive front-lighting system (AFS), cruise control, hingga desain interior. Bagi yang menyukai gaya, boleh jadi atap mobil yang bisa dibuka makin menambah penampilan. Namun iklim tropis di Indonesia dan debu membuat sunroof tidak memiliki fungsi, malah meningkatkan kinerja AC atau penyejuk udara.

Tombol cruise control ada di sebelah kanan pengemudi. Fitur ini bermanfaat ketika berada di jalan bebas hambatan yang lurus, di mana kaki kanan tidak perlu lagi menginjak gas karena sudah diambil alih komputer.

Menurut Dhany Ekasaputra, wartawan Autobild, fitur tersebut kurang bermanfaat di Indonesia. "Di jalan tol kita, banyak pengemudi yang seenaknya nyalip dari kanan dan kiri," kata dia.

Dari segi interior, kursi bagian belakang CX-5 dapat dilipat dan full plat sehingga mampu memuat barang besar dan panjang. Jok pengemudi dapat diatur naik dan turun. Kursi mobil ini dibuat agak cekung sehingga mengurangi goyangan atau ayunan bagi penumpang pada saat jalan berliku.

Mazda CX-5 pertama kali diperlihatkan ke publik pada acara “Frankfurt Motor Show 2011” dan “Tokyo Motor Show ke-42”, akhir tahun lalu. Ada dua versi CX-5 yang transmisinya otomatis dengan mode manual, yaitu berbahan bakar bensin dan solar. Namun yang akan masuk ke Indonesia adalah versi bensin.

Pesaing mobil ini dalam kelas SUV yang sama adalah Honda CRV dan Nissan X-Trail. Kelebihan Nissan ketimbang keduanya ada di medan offroad. Sedangkan keunggulan Honda CRV ada pada akselerasinya yang cepat melejit setelah pedal gas mulai ditekan. “Harga CX-5 kompetitif dan punya nilai lebih,” kata Hidesuke Takesue, Deputi Manajer Umum untuk Penjualan Global.

UNTUNG WIDYANTO (HIROSHIMA)

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi