Menjajal All New Xenia di Tanjakan Ciwidey
Reporter: Tempo.co
Editor: Nur Haryanto
Senin, 20 Mei 2013 14:30 WIB

TEMPO.CO, Bandung - Bagaimana ketangguhan Daihatsu Xenia yang terbaru? Daripada penasaran, Tempo ikut menjajal mobil yang kini dilengkapi beberapa fitur baru itu. Dalam acara test drive "Extra Aman Extra Nyaman" akhir pekan lalu, Sabtu 18 Mei 2013, mobil Daihatsu Xenia R Sporty dipacu dari Kota Bandung menuju kawasan pegunungan Ciwidey.

Duduk di belakang kemudi akan terasa beda jika dibanding dengan Xenia keluaran sebelumnya. Di dashboard, perangkat LCD dengan layar sentuh menjadi pemandangan baru di kelas mobil keluarga ini. Bukan sekedar hiasan, semua aplikasi hiburan maupun informasi GPS disodorkan oleh alat ini.

Tak sabar, navigasi GPS langsung dinyalakan untuk mencari tahu informasi menuju kawah Putih, Ciwidey. Hanya beberapa kali sentuhan jari di papan informasi LCD, langsung muncul data-data tempat tujuan, jarak, dan rute jalan, langsung terpampang dalam hitungan detik.      

Hemm ... ini saatnya. Rem tangan mulai diturunkan, gas dinjak pelan-pelan. Perjalanan menempuh waktu tak kurang dari dua jam. Setelah lepas dari keriuhan lalu lintas jalan Kota Bandung, tanjakan dan belokan tajam menuju Kawah Putih mulai terasa. Sesekali, suara lembut wanita terdengar. "100 meter lagi belokan tajam ke kiri." Itu tadi bukan suara penumpang lain di dalam mobil, tapi suara peringatan dari alat navigasi tersebut.

Sambil melirik layar LCD, terpampang jalur di depan dengan anak panah yang terus bergerak seperti ular. Berkelok-kelok menyusuri jalan tanjakan. Itulah fitur, yang sangat membantu pengemudi dalam perjalanan jika tak mengetahui medan, atau tersesat di jalan. Navigasi ini menjadi fitur tambahan yang lumayan mewah untuk kelas ini.

Saat melalui tanjakan tajam setelah belokan,tenaga  Xenia terasa terengah-engah untuk merayap naik. Pengemudi harus bersabar dengan gigi satu atau sesekali menggunakan gigi dua setelah dirasa cukup landai. Sementara kemudi dengan gaya sporty--lingkar yang lebih kecil--memudahkan pergerakan tangan mengarahkan mobil menyusuri jalan. Tangan lebih mudah mengambil respons untuk memutar kemudi, saat turunan yang menukik dan jalan yang berkelok-kelok.

Selanjutnya: Berpacu dengan Viking Persib ....

Sampai di lokasi wisata, para pengunjung ternyata cukup banyak. Selain pas liburan, juga bertepatan dengan anak-anak yang sudah selesai dari ujian nasional. Parkir di kawasan Kawah Putih terlihat penuh. Namun, lagi-lagi fitur dalam LCD ini menunjukkan kecanggihannya. Ketika parkir mundur, layar LCD yang tadi masih terpampang peta navigasi berubah menjadi pemandangan bagian belakang mobil.

Ada kamera di pantat mobil yang terhubung ke layar sehingga pengemudi bisa melihat jelas kondisi di belakang mobil. Lensa yang super wide, membuat pemandangan bagian belakang cukup lebar sampai bagian samping kiri dan kanan mobil masih bisa terlihat sekitar 20 derajat. Hal ini bisa membuang keraguan pengemudi jika ingin mepet ke kiri atau kanan ketika mobil mundur.

Perjalanan wisata dengan All New Xenia ini melewati beberapa tempat, mulai dari Situ Patenggang, Ranca Upas, dan Pabrik Teh Ranca Bali. Rombongan dengan 10 mobil Xenia paling gres ini kemudian bermalam di Patuha Resort, milik Perum Perhutani yang sudah ada sejak tahun 2000. Butuh jaket tebal untuk menangkal hawa dingin pegunungan Ciwidey yang mencapai 15 derajat Celsius.

Keesokan harinya, perjalanan dimulai lagi. Setelah beberapakali singgah di lokasi wisata yang belum dikunjungi, diputuskan untuk segera turun ke Kota Bandung. Pasalnya, hari itu bertepatan dengan Persib yang akan berlaga. Mengingat laga Persib pasti akan menyedot perhatian Viking--pendukung Persib--untuk turun ke jalan, maka kami berpacu dengan waktu agar tidak terjebak di jalan.

Hiruk-pikuk suporter Persib sudah mulai terlihat. Hal ini membuat pedal gas Xenia mulai ditekan lebih dalam untuk mempercepat laju Xenia. Kalau terlambat, maka kemacetan akan menghadang. Beberapa iring-iringan motor dengan pakaian biru-biru pendukung Persib, mulai melintas di depan kami. Sambil mengibarkan bendera dan bernyanyi-nyanyi mereka masih tertib memberikan jalan kepada pengendara ain di depannya.

Ingin merasakan euforia pacandu sepak bola di bandung ini, sedikit pintu kaca diturunkan. Baru terasa perbedaan antara keheningan--di dalam mobil saat tertutup rapat--dengan hiruk pikuk suara di jalan saat kaca jendela terbuka.

Perjalanan berlanjut dan akhirnya All New Xenia sampai juga di Astra Biz Centre di jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Kaki sedikit terasa pegal setelah melewati beberapa kemacetan. Selebihnya, puas mengikuti perjalanan kali ini. Kalaupun sedikit ketar-ketir di tanjakan Ciwidey, itu tidak menjadi masalah. Selain sudah ada double air bag (kantung udara) di depan, toh tidak setiap hari mengendarai mobil dengan kondisi jalan ekstrim.

ANTO   Topik terhangat:PKS Vs KPK | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

POLITIK TerpopulerAiptu Sitorus Laporkan 3 Hal ke Kompolnas Fathanah: Kekuatanku Sekarang Cuma Tuhan dan Sefti Ical dan Ibas Kompak Dukung Bibit Waluyo Labora Sitorus Disebut 'Penguasa' Laut Papua        


 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi