Suzuki Tawarkan Mobil Toko di Yogya  
Reporter: Tempo.co
Editor: Kodrat setiawan
Senin, 29 September 2014 10:06 WIB
Perakitan Mobil Toko di Kawasan Industri Makassar, Kamis (12/1). TEMPO/Hariandi Hafid

TEMPO.CO, Yogyakarta - Kebutuhan para pengusaha terhadap mobil niaga ternyata tidak cukup hanya dengan bak terbuka. Untuk memenuhi bisnis kuliner maupun toko yang bergerak, kendaraan roda empat harus dimodifikasi sedemikian rupa.

Berbasis Suzuki Megacarry, dealer mobil Jepang menawarkan Moko alias mobil toko. Mobil ini didesain sedemikian rupa untuk toko maupun restoran. Tidak perlu repot dan mengeluarkan uang lebih banyak jika harus memodifikasinya di bengkel karoseri. Konsumen bisa langsung pesan ke dealer Suzuki.

"Suzuki pikap didesain sedemikian rupa bisa untuk restoran, toko kelontong, dan lain-lain," kata Hendra Kurniawan, Presiden Direktur Suzuki Baru Motor Yogyakarta, Senin, 28 September 2014.

Melalui dealer resmi di seluruh Indonesia, konsumen bisa memesan kendaraan modifikasi itu. Namun, untuk memenuhi keamanan kendaraan meski sudah dimodifikasi, hanya karoseri yang memenuhi standar mobil aman yang ditunjuk. "Ini untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam, tidak hanya mobil bak terbuka," kata Hendra.

Marketing Manajer Sumber Baru Mobil Erwin Dirgantoro Jatmiko menyatakan saat ini ada dua varian Moko yang menjadi contoh dan ditawarkan kepada konsumen. Varian pertama dengan harga mobil Megacarry Rp 114, 7 juta ditambah biaya karoseri Rp 36,5 juta dan lemari kabinet dalam mobil Rp 3 juta. Varian kedua, harga mobil Megacarry ditambah biaya karoseri Rp 47,5 juta dan lemari Rp 3 juta. "Dari sisi safety-nya sudah terjamin, ada pengaman samping seperti Ertiga," kata Erwin.

Moko itu didesain sedemikian rupa, misalnya dengan jendela besar di sisi kanan dan kiri, serta pintu belakang yang bisa terbuka lebar. Jika jendela dan pintu itu dibuka, mobil akan tampak seperti kios atau toko. Bagian-bagian modifikasi semuanya bermanfaat (useful). Bahkan penutup bawah di belakang dan samping bisa dimanfaatkan sebagai meja.

"Kalau dibandingkan dengan memodifikasi sendiri atau ke bengkel karoseri pilihan konsumen, biayanya justru lebih mahal," ujarnya. Untuk memodifikasi menjadi mobil toko, pihaknya tetap mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan performa. Dengan demikian, bengkel karoseri diseleksi secara ketat oleh Suzuki.

Di pangsa mobil niaga, Suzuki Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas bisa menyumbang penjualan mencapai 150 unit per bulan. Dalam persaingan mobil niaga ini, Suzuki harus bersaing ketat dengan kompetitornya, yaitu Daihatsu terutama varian Gran Max.

"Target kami untuk pikap 500 unit per bulan. Kalau secara menyeluruh, per bulan bisa mencapai 3.200 unit di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas," katanya.

General Manager Sales Indomobil Gunardi Prakosa menyebutkan potensi pengembangan Moko sangat besar karena meningkatnya kebutuhan mobil niaga. Pihaknya telah mengajukan re.ca memproduksi moko ke kantor pusat di Jepang. "Kami sudah mengajukan proposal," tuturnya.

MUH SYAIFULLAH

Berita lain:Senin, WNI di New York Akan Demo RUU PilkadaSBY Diminta Segera Teken UU PilkadaDikabarkan Meninggal, Hendropriyono Makin Sehat  

 

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi