Cara Nyetir Aman bagi Pemudik ala Rifat Sungkar  
Reporter: Tempo.co
Editor: Widiarsi Agustina
Senin, 13 Juli 2015 15:15 WIB
Pereli Indonesia, Rifat Sungkar memperlihatkan mobil barunya, Mitsubhisi Lancer Evo X dalam konferensi Pers di Jakarta, (18/4). Dengan mobil ini, Rifat akan turun di 5 dari 7 seri Rally AmericaRally America di Oregon, Amerika Serikat. TEMPO/Seto Wardhana

TEMPO.CO, Jakarta -- Pembalap nasional sekaligus pendiri lembaga pelatihan keamanan berkendara Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar, berbagi kiat untuk para pemudik yang akan mudik dengan mobil pribadi ke kampung halaman.

Menurut Rifat, sebagian besar pengemudi mobil cenderung mencari posisi nyaman kala berkendara, padahal posisi yang nyaman belum tentu aman. Posisi itu malah mungkin meningkatkan risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Karena itu, dalam menentukan posisi berkendara, ada tiga hal yang harus diperoleh, yakni komunikasi, kenyamanan, dan kontrol dengan memperhatikan posisi duduk, tangan, serta kaki.

Ihwal posisi duduk, Rifat menuturkan, setelah pengemudi mendudukkan diri di bangku pengemudi, segera atur jarak kaki dengan pedal dengan memperhatikan jangkauan kaki terhadap pedal kopling sepenuhnya untuk mobil bertransmisi manual dan menginjak pedal rem sepenuhnya untuk mobil bertransmisi otomatis.

Kemudian atur posisi sandaran punggung dengan meletakkan salah satu tangan di titik tengah roda kemudi atau titik pukul 12.00 dengan tangan yang lurus.

Lantas sandaran diatur agar menempel rata pada punggung pengemudi dari pinggul hingga pundak serta memastikan menjadi titik terjauh di roda kemudi yang harus bisa dicapai pengemudi.

Setelah itu, apabila ada pengatur ketinggian, jok harus diatur agar pengemudi memperoleh pandangan visual maksimum saat berkemudi.

Lalu atur pula ketinggian penahan kepala sesuai dengan postur tubuh, mengenakan sabuk pengaman secara benar, dan memastikan posisi kaca spion mendukung. Sistem hiburan audio sebaiknya dinyalakan sebelum perjalanan berlangsung.

Selanjutnya, perihal posisi tangan di roda kemudi, dengan analogi jarum jam, Rifat menyarankan posisi tangan berada pada pukul 09.00 dan 03.00 atau 10.00 dan 02.00. Menekankan posisi 09.00 dan 03.00 lebih baik karena tuas-tuas kendali berada di area ini.

Rifat menggarisbawahi, ada beberapa hal yang sangat tidak dianjurkan kala berkemudi, yakni hanya meletakkan satu tangan di roda kemudi, tangan di bagian dalam roda kemudi, dan kedua tangan berkumpul di satu titik roda kemudi.

Kemudian, penggunaan bola pemutar selaiknya pada kemudi alat berat dan posisi ibu jari mengunci di palang roda kemudi bisa menimbulkan risiko cedera atau bahkan menghalangi kendali penuh atas roda kemudi.

Terakhir, untuk posisi kaki, Rifat menyarankan pengemudi mobil bertransmisi manual agar membiasakan menempatkan kaki kiri dalam keadaan bebas dan bukannya menempel pada pedal kopling, kecuali pada saat dibutuhkan.

Sedangkan bagi pengemudi mobil bertransmisi otomatis, kaki kiri harus berada dalam posisi bebas dan tidak boleh menginjak apa pun sepanjang berkemudi, sehingga hanya kaki kanan yang digunakan.

Menurut Rifat, saat berkemudi, posisi kaki kanan yang baik adalah berada tegak lurus di pedal rem dan miring ke kanan saat perlu menginjak pedal gas, dan sepanjang mengemudikan mobil tumit kaki kanan menempel di lantai mobil dan tidak bergeser sedikit pun meski saat menginjak pedal gas.

ANTARA

#Mudik 2017
#Rifat Sungkar

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi