Rencana Memboyong Teknologi Hybrid, Toyota Pelajari Prius 4
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Senin, 15 Mei 2017 23:01 WIB
Booth Toyota Astra Motor di Indonesia International Motor Show 2017 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, 6 Mei 2017. Tempo/Wawan Priyanto

TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor bakal memboyong mobil dengan teknologi hybrid, Prius generasi keempat. Versi terbaru dari model ini memang telah dikenalkan di beberapa negara antara lain Amerika Serikat dan Jepang sejak 2015.

"Untuk Prius 4 masih terus kami pelajari. Kalau untuk saat ini masih Prius 3," kata Franciscus Soerjopranoto kepada Bisnis pada Senin (15 Mei 2017).

Toyota Indonesia pertama kali memperkenalkan Prius pada 2009. Namun, model yang langsung didatangkan secara utuh (completely built up/CBU) dari Jepang ini tidak lagi mencatatkan penjualan sejak 2015.

Namun demikian, perusahaan tersebut menegaskan bahwa Prius 3 masih dipasarkan dengan menerapkan sistem order. Dengan kata lain, importasi akan dilakukan selama ada pemesanan dari konsumen. Hanya saja sampai saat ini Toyota belum menerima pemesanan untuk model tersebut.

"Prius itu sifatnya by order saja, tapi jujur masih belum ada order termasuk tahun lalu juga belum ada order," kata Kepala Divisi Pemasaran PT Toyota Astra Motor Anton Jimmy.

Dia menambahkan perusahaan masih terus mempelajari terkait masa depan dari Prius 3. Minimnya pemesanan memang menjadi faktor utama perusahaan dalam menentukan keputusan, apakah akan mempertahankan produk tersebut atau akan memboyong versi terbaru dari Prius.

Yang pasti, Toyota masih berkomitmen untuk memasarkan kendaraan ramah lingkungan termasuk model hybrid. Meskipun di pasar global penjualan Prius sangat menjanjikan, namun tidak demikian dengan pasar Indonesia.

Dari data yang dirilis perusahaan, selama kurang lebih 10 tahun memasarkan mobil hybrid di Tanah Air, PT Toyota Astra Motor telah berhasil membukukan penjualan sebanyak 1.473 unit.

Produk di segmen sedan, Camry masih menjadi tulang punggung Toyota di kelas hybrid ini, yakni dengan membukukan penjualan total sebanyak 1.187 unit hingga pertengahan Februari tahun ini.

Adapun dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan Camry hybrid pada kuartal pertama tahun ini tercatat sebanyak 27 unit. Angka tersebut turun sebesar 25 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu yakni 36 unit.

Minat konsumen di Indonesia terhadap mobil hybrid memang sangat kecil, karena harga jual kendaraan jenis ini sangat mahal. Penggunaan mesin ganda serta penggunaan teknologi menjadi alasan perusahaan membanderol harga mobil hybrid hampir dua kali lipat mobil bermesin konvensional.

BISNIS.COM

#Info Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi