Ikuti Ferrari, Aston Martin Pertimbangkan IPO
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Selasa, 23 Mei 2017 23:00 WIB
Seorang pengunjung berfoto disamping mobil Ferrari Enzo dalam acara Ulang Tahun ke-70 Ferrari Indonesia di BSD, Tangerang, 23 April 2017. Puluhan mobil Ferrari melakukan konvoi dari Senayan City sampai kawasan ICE BSD. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - Produsen mobil mewah asal Inggris, Aston Martin, ingin mengikuti jejak Ferrari NV yang sukses dalam aksi go public-nya.

Aston Martin tengah mempertimbangkan untuk melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) di bursa Inggris untuk menarik para investor.

Saat ini, pihak perusahaan tengah menunggu hasil laporan keuangan periode 2017 sebelum akhirnya memutuskan untuk merealisasikan atau menunda rencana strategisnya tersebut.

"Pihak manajemen Aston Martin tengah memfokuskan dirinya pada penyampaian rencana bisnis tujuh tahun mendatang,” ungkap juru bicara Aston Martin, Simon Sproule.

“Setiap hal yang berkaitan dengan struktur atau kepemilikan perusahaan di masa mendatang menjadi perhatian bagi para pemegang saham kami,” tambahnya.

Rencana produsen mobil yang menjadi langganan dalam film Box Office James Bond tersebut tidak terlepas dari aksi serupa yang dilakukan rivalnya, Ferrari NV.

Ferrari mencatatkan perusahaannya di bursa New York pada 2015. Saham Ferrari saat ini telah naik 62 persen sejak IPO dan diperdagangkan 14 kali dari estimasi laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi pada periode 2017, berdasarkan data Bloomberg.

Meski sama-sama memfokuskan pada segmen mobil mewah, pabrikan asal Inggris tersebut tidak memiliki jangkauan secara global dibandingkan Ferrari yang juga telah mendapatkan penghargaan brand paling berpengaruh di dunia menurut perusahaan konsultasi, Brand Finance.

Tidak hanya itu, brand Aston Martin pun tidak muncul dalam daftar 500 merek global teratas serta catatan penjualan yang kurang dari setengah performa penjualan Ferrari yaitu hanya mencapai 4 ribu unit per tahun.

Hal-hal tersebut menjadi pertimbangan Aston Martin untuk melakukan IPO yang sebenarnya telah direncanakan sejak 2011. Saat itu mantan Chief Executive Officer Ulrich Bez menyatakan bahwa aksi IPO akan ‘mendesak’ para investor mereka untuk ‘keluar’ secara alami.

Saat ini, CEO Aston Martin Andy Palmer menjanjikan bahwa IPO akan mengukuhkan posisinya sebagai mobil sport mewah di pasar.

Sementara itu, penjualan Aston Martin pada kuartal keempat 2016 tercatat melonjak, didorong penjualan model Aston Martin DB11 yang dibanderol senilai 155 ribu poundsterling.

Pihak perusahaan juga memperkirakan bahwa Ebitda setahun penuh pada 2017 nanti akan meningkat menjadi 160 juta hingga 165 juta poundsterling dari performa tahun lalu yang mencapai 101 juta poundsterling.

BISNIS.COM

#Info Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi