Sedan Dianggap Bisa Jadi Penyelamat Ekspor Indonesia
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Selasa, 30 Mei 2017 23:02 WIB
Seorang mekanik sedang mengerjakan perbaikan sebuah mobil Mitsubishi Pajero di bengkel Bodi & Cat PT Sun Star Motor, Bekasi, 30 Januari 2017. Showroom dan dealer Mitsubishi itu kini memiliki fasilitas bengkel Bodi & Cat terbesar di Indonesia. TEMPO/Wawan Priyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Mobil sedan masih dianggap sebagai kendaraan yang bisa menyelamatkan Indonesia dalam memperluas penguasaan di pasar global.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tengah melakukan kajian dengan Universitas Indonesia untuk menyusun rasionalisasi pengurangan pajak sedan untuk meningkatkan volume produksi.

"Salah satu cara untuk meningkatkan ekspor ya dengan sedan itu. Semoga dalam waktu dekat bisa segera dieksekusi," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi kepada Bisnis, Selasa, 30 Mei 2017.

Saat ini, produksi dan penjualan sedan di Tanah Air tidak bisa maksimal karena tingginya harga jual. Pasalnya, kendaraan jenis ini masih dibebani tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBm) yang cukup tinggi.

Gaikindo tengah mengupayakan agar pemerintah menurunkan tarif PPnBm tersebut. Asosiasi berkeyakinan, jika tarif PPnBm terpangkas maka konsumsi sedan akan meningkat karena harga jual yang terjangkau.

Ini terjadi pada jenis kendaraan low multi purpose vehicle (LMPV), yang hanya dikenai PPnBm 10%. Alhasil, saat ini LMPV menjadi segmen yang menguasai pasar otomotif di Indonesia.

"Semua rekomendasi dengan UI telah dan akan terus kami diskusikan dengan pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian," ujar Yohannes.

Volume ekspor kendaraan bermotor secara utuh atau completely built up (CBU) pada tiga bulan pertama tahun ini mengalami lonjakan cukup drastis.

Dikutip dari data Gaikindo, volume ekspor CBU pada kuartal I/2017 mencapai 56.371 unit, naik sebesar 53,39 persen dibandingkan capaian pada kuartal I/2016 yang hanya sebanyak 36.750 unit.

Sementara itu, ekspor kendaraan secara terurai atau completely knock down (CKD) justru menurun. Pada periode Januari-Maret tahun ini ekspor CKD hanya sebanyak 17.546 set, turun 35,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni sebanyak 27.052 set.

BISNIS.COM

#Info Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi