Penjualan GM Turun 11,4 Persen, Toyota Memimpin
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 29 Oktober 2008 23:00 WIB

TEMPO Interaktif, Detroit, Michigan: General Motors hari Rabu mengatakan penjualannya di seluruh dunia jatuh 11,4 persen pada kuartal ketiga dibandingkan tahun lalu dengan 2,115 juta kendaraan, membuatnya berada di belakang Toyota sebagai pemimpin industri.

Raksasa Detroit, yang sedang berjuang dalam menghadapi kondisi ekonomi sulit di Amerika Utara dan persaingan yang tajam, berada di belakang Toyota, yang melaporkan penjualan 2,236 juta kendaraan di kuartal ketiga. GM, yang lama menjadi jawara global, mundur di belakang Toyota di kuartal pertama 2008.

GM mengatakan lebih dari 60 persen penjualannya selama kuartal ketiga terjadi di luar Amerika.

"Pasar AS semakin menantang," kata Mike DiGiovanni, direktur analisis pasar global GM. "Tetapi kami masih mencatat rekor di (Asia Pasifik dan Amerika Latin)," katanya.    "Pangsa pasar kami naik setengah persen di Rusia. Kami melampaui pertumbuhan pasar di Amerika Latin dan kami mendapatkan pangsa pasar di Asia Pasifik. Kejatuhan pangsa pasar kami terkonsentrasi di Amerika Utara," katanya saat melakukan konferensi dengan wartawan dan analis.

Di tengah tekanan ekonomi yang sengit di pasar AS, penjualan GM di Amerika Utara turun 18,9 persen dari tahun lalu. Di Eropa, permasalahan yang sama menyebabkan penjualan turun 12,3 persen.

Penjualan GM di Amerika Latin meningkat 3,4 persen dengan bantuan kenaikan penjualan 15 persen di Brasil. Penjualan GM di Asia-Pasifik tumbuh 2,6 persen, didukung oleh kenaikan 12 persen di Cina dan 5,0 persen di India selama periode Juli-September, kata DiGiovanni.

Penjualan 1,286 juta kendaraan di luar Amerika Serikat merupakan hampir 61 persen dari volume penjualan global total GM dibandingkan hanya 56 persen  setahun lalu.

DiGiovanni juga mengatakan perekonomian di Amerika Utara telah mencapai dasar dan ekonomi AS akan mulai menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan positif pada tahun 2009.

"Dolar menjadi lebih kuat, bisnis memiliki persediaan yang cukup. Inflasi tidak menjadi masalah," katanya.

AFP/Erwin

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi