4 Ciri Minyak Rem Mobil Basi dan Catat Waktu Pergantiannya
Reporter: Erwan Hartawan
Editor: Kusnadi Chahyono
Kamis, 2 November 2023 20:02 WIB
Suzuki XL7 Hybrid gunakan baterai hybrid yang sama dengan Suzuki grand Vitara yakni 10 Ah. (Foto: Suzuki)
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - Minyak rem mobil termasuk komponen yang berperan penting dalam mendukung kenyaman serta keamanan berkendara.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hal tersebut membuat penting untuk melakukan penggantian minyak rem secara rutin. Sebab, pengereman mobil sangat dipengaruhi oleh kualitas minyak rem.

Selain itu, minyak rem juga dapat basi dan membuat kerjanya sudah tidak lagi maksimal. Dikutip dari Suzuki, berikut ciri mengetahui minyak rem sudah basi dan harus diganti:

1. Lampu Indikator Rem Hidup

Ciri pertama yang paling mudah Anda sadari adalah menyalanya lampu pada indikator rem. Lampu tersebut memberi informasi agar segera melakukan penggantian minyak rem.

Lampu pada indikator rem juga menyala saat mobil mulai Anda kemudikan. Apabila mendapati lampu tersebut menyala, maka sebaiknya Anda segera membawa mobil ke bengkel atau pun diler terdekat untuk dilakukan pengecekan terhadap minyak rem.

2. Rem Blong Ketika Mobil di Turunan

Peran penting rem pada mobil adalah sebagai pengatur dan pengendali kecepatan. Namun, bila minyak rem mulai basi maka peran tersebut tidak akan berjalan maksimal. Tandanya adalah akan kesulitan mengoperasikan mobil ketika berada pada turunan.

Ini juga sangat berisiko jika mengemudi mobil di jalur tanjakan. Sebab, jalur medan tanjakan maupun turunan tersebut membuat mobil lebih sulit untuk Anda kendalikan lajunya.

Pada kondisi jalanan menurun, mobil akan melaju lebih cepat sebab sifat roda adalah menggelinding. Itulah mengapa, peran rem sangat dibutuhkan ketika Anda melewati turunan. 

3. Pengereman Ngempos saat Penggunaan Pertama

Tanda minyak rem mobil sudah basi berikutnya adalah, pada saat pengereman digunakan pertama kali akan terasa ngempos, atau rem tidak bisa kembali pada posisi awal setelah rem dipompa dan dilepas.

Pengemudi bisa langsung menyadarinya saat menyalakan mobil pertama kali lalu menggunakan dan menginjak rem mobil.

4. Minyak Menetes saat Mobil Berhenti

Satu lagi ciri minyak rem sudah berkurang kualitasnya adalah ketika mobil berhenti, maka akan muncul tetesan minyak yang menandakan kondisi rem yang sedang bermasalah.

Pengemudi juga akan melihat bekas tetesan minyak pada mobil, sebab umumnya jumlah tetesan yang keluar akan cukup banyak. Selain itu, tekstur minyak rem akan terasa lengket serta pekat.

Sementara itu, penggantian minyak rem bisa disesuaikan dengan intensitas pemakaian mobil. Pastikan waktunya tepat agar minyak yang masih tersedia dan dapat digunakan tidak terbuang.

a. Mengikuti Aturan pada Buku Panduan

Terdapat buku panduan ketika membeli mobil, yang di dalamnya terdapat saran waktu penggantian minyak rem yang tepat. Tidak hanya itu, panduan pun lengkap dengan penjelasan mengenai ciri-ciri kondisi yang harus Anda perhatikan apabila minyak rem sudah waktunya diganti. 

Apabila kebingungan memahami informasi pada buku panduan, silahkan datang ke bengkel atau diler terdekat.

b. Setiap 40.000 Kilometer

Umumnya, minyak rem akan diganti setelah Anda menempuh jarak kemudi sejauh 40.000 km. Jarak tersebut menandakan bahwa konsumsi minyak rem sudah banyak, sehingga bisa segera diperiksa.

c. Dua Tahun Sekali

Bila tidak menggunakan mobil dalam intensitas yang tinggi sehingga jumlah jarak kemudi di bawah puluhan ribu, maka mengganti minyak rem dua tahun sekali adalah solusinya.

Sebab, durasi ketahanan minyak rem pun tidak panjang dan terbatas. Jadi, ganti setelah dua tahun untuk memastikan kualitas minyak rem yang digunakan masih baik dan tidak menimbulkan risiko atau dampak buruk seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Pilihan Editor: 3 Tips Atasi Risiko Kecelakaan di Jalan Tol

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram pilih grup GoOto

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi