Pasar Mobil Coupe, Pangsa Mini Permintaan Tinggi
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 17 Agustus 2009 10:31 WIB
Dok: The Auto Channel

TEMPO Interaktif, Jakarta:Meski kecil tapi potensinya besar. Itulah gambaran dari pasar mobil dua pintu atau coupe di tanah air. Kendati pangsa pasarnya hanya 1,1 persen dari total pangsa pasar mobil nasional. Pada 2008 lalu, total penjualan mobil ini hanya 118 unit. Namun begitu, ternyata tak sedikit para pemain yang berusaha masuk ke pasar ini.

Audi A5"Umumnya para pemain di pasar segmen coupe itu adalah para produsen mobil kelas premium. Mereka adalah pemilik keunggulan teknologi dan brand yang kuat, produk mereka juga diproduksi terbatas, sehingga ceruk pasar yang mereka kuasai sedikit tetapi nilainya cukup besar. Mereka mengedepankan ekslusifitas, kualitas, dan nilai atau harga yang tinggi. Itulah daya tarik bagi mereka," tutur Adirizal Nizar pengamat otomotif yang juga pengajar di Institut Teknologi Bandung, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Hal serupa juga diungkapkan pengamat otomotif Suhari Sargo. Menurutnya, jumlah penjualan mobil coupe di Indonesia saban tahunnya tak lebih dari 150 unit. "Pasarnya adalah mereka yang menjadikan sarana transportasi ini sebagai identitas mereka yang eksklusif atau lain dari masyarakat pada umumnya. Dengan kata lain ini merupakan paduan antara hobi, simbol status, serta kebutuhan. Meski secara kuantitas permintaan kecil tetapi nilainya tinggi. Ini daya tarik pabrikan mobil premium," jelasnya.

Hingga Agustus 2009 ini, tiga pabrikan otomotif - dan kebetulan ketiganya dari Jerman- telah meluncurkan varian coupe produk mereka, masing-masing Audi, BMW, serta Mercedez Benz. Melalui PT Garuda Mataram Motor (GMM) selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Audi di Indonesia, pada pertengahan April lalu, pabrikan dengan loga perusahaan tiga cincin yang saling berkaitan itu meluncurkan varian Audi A5.

"Jatah yang diberikan oleh prinsipal kami di Jerman hingga Desember mendatang hanya 10 unit," ujar Imelda Muhidin General Manajer Pemasaran PT GMM seusai acara peluncuran.

Tapi, sebelum diluncurkan secara resmi, mobil berbanderol Rp 1,45 miliar itu sudah dipesan 3 unit. Sedangkan PT BMW Indonesia, pertengahan Juli juga memboyong varian terbaru mereka yaitu BMW Z4 ke Indonesia. "Dengan Roadster BMW Z4 ini, kami ingin terus memperkuat komunitas mobil eksotis di Indonesia,” tandas Ramesh Divyanathan, Marketing Director BMW Asia saat memberi sambutan pada peluncuran varian tersebut di Jakarta.

Namun, bagi BMW, kehadiran varian coupe itu bukan semata-mata untuk mengejar penjualan. Lebih dari itu, menjaga citra mereka sebagai pabrikan yang mengutamakan kenyamanan, keamanan, serta keselamatan berkendara dengan mobil premium nan eksklusif dengan dukungan teknologi canggih adalah hal yang utama.

BMW Z4"Kami tidak mengejar volume penjualan, tetapi kehadiran varian coupe ini akan menjaga brand image BMW sebagai mobil premium yang memiliki keunggulan teknologi," aku Helena Abidin, Direktur Komunikasi Perusahaan PT BMW Indonesia di sela-sela peluncuran.

Mobil yang ditawarkan dalam dua tipe itu berharga diatas Rp 1 miliar. Tipe Roadster BMW Z4 sDrive35i berkapasitas mesin 2. 979 cc dibanderol Rp 1,649 miliar. Tipe kedua, yaitu Z4 sDrive23i yang bermesin 2.497 cc berbanderol Rp 1,150 miliar.

Sementara, yang paling gres adalah mobil keluaran Mercedez Benz. Pada 3 Agustus, pabrikan asal Jerman itu, meluncurkan tiga varian coupe sekaligus. Ketiganya adalah, Mercedes E-class E 250 CGI Coupe Avantgarde, E 350 Coupe Elegance, dan E 350 Coupe Avantgarde AMG.

"Kami yakin, pada tahun ini varian ini bisa terjual 20 unit. Bahkan pada tahun berikutnya kami menargetkan bisa terjual 50 unit. Permintaan pasar di Indonesia trennya bagus," tutur Rudi Borgenheimer, Presiden Direktur PT Mercedez Benz Indonesia dengan nada yakin.

Akankah, mereka mampu memperbesar raihan pangsa pasarnya di Indonesia dibanding tahun-tahun sebelumnya? Waktulah yang akan membuktikan. "Tetapi sampai semester pertama tahun ini, data yang ada di kami, penjualan mobil coupe di tanah air tercatat mencapai 56 unit. Trennya cukup bagus," ujar Wanny Bhakti, Kepala Hubungan Masyarakat PT GMM, belum lama ini di Jakarta.

Yang terang, fakta itu menunjukkan bahwa kehadiran mobil sport kelas atas itu, mendapatkan tempat dan cukup tinggi untuk ukuran mobil premium di pasar mobil nasional.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi