ATPM Optimistis Pasar Truk Terus Tumbuh
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 19 Agustus 2009 15:08 WIB
Dok: Gas 2 org
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kalangan Agen Tunggal Pemegang Merek kendaraan truk optimistis semester II 2009 dan tahun mendatang permintaan kendaraan niaga jenis truk akan terus meningkat. Optimisme itu berkaitan dengan akan bertumbuhnya perekonomian nasional terutama sektor pertambangan, konstruksi, dan perkebunan.

"Kalau melihat perkembangan sektor konstruksi, perkebunan, dan pertambangan yang terus bertumbuh positif, kami yakin tren permintaan truk juga akan terus tumbuh. Setidaknya itu yang kami alami sejak awal tahun hingga Juli 2009," tutur Ardiyasa, Kepala Hubungan Masyarakat dan Promosi PT Hino Indonesia kepada Tempo di Jakarta, Rabu (19/8).

Ardi menyebutkan dari total penjualan yang sebesar 6.554 unit merek Hino, 3.605 unit di antaranya adalah segmen truk mulai dari kategori light hingga heavy truck. "Bahkan, di kelas heavy truck atau dump truck yaitu truk berbobot 10 ton ke atas, pangsa pasar kami mencapai 51 persen," tandas dia.

Namun demikian, Ardi mengakui selama tujuh bulan jumlah unit yang terjual per bulan memang fluktuatif seiring dengan perkembangan ekonomi dunia. Tetapi secara total jumlahnya mengalami peningkatan dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut kisarannya 10-12 persen.

Salah satu varian yang menjadi andalan penjualan Hino adalah truk Ranger SM 260 JD dan Ranger SM 320 JD. Secara total truk merek Hino yang dipasarkan sejak 1983 yang lalu hingga saat ini ada 13 varian.

Optimisme serupa juga diungkapkan oleh Fumio Kuwayama, Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), saat meluncurkan varian terbaru merek Mitshubisi beberapa waktu yang lalu. "Kami optimistis tetap memimpin kendaraan niaga di Indonesia. Karena kami yakin, perekonomian Indonesia akan semakin membaik," tandas Kuwayama.

Seiring dengan optimisme itu, KTB meluncurkan varian terbarunya yaitu Fuso Colt SE Super HD 136 PS. Truk bertipe mesin 4D34 Turbo Intercooler itu ditujukan untuk segmen konstruksi, perkebunan, maupun pertambangan.

Sementara itu, pengamat otomotif Soehari Sargo kepada Tempo menyebutkan sampai akhir tahun ini pangsa pasar truk akan mengalami peningkatan sebesar 2 persen. "Selama ini, pangsa pasar truk mencapai 15 persen dari total pasar otomotif, tetapi dengan masih terus bertumbuhnya secara positif sektor komoditas yaitu tambang dan perkebunan serta konstruksi mendorong tumbuhnya permintaan kendaraan jenis truk," jelas Soehari.

Soehari menambahkan permintaan truk sangat tergantung dengan kondisi perekonomian. Namun, di tengah krisis ekonomi global, Indonesia bersama Cina dan India mengalami pertumbuhan yang positif.

"Permintaan komoditas ternyata di pasar dunia masih terus tumbuh, saya kira ini menjadi satu pemicu terus tumbuhnya ekonomi Indonesia, meski negara lain mengalami krisis. Efek ikutannya sektor transportasi yang berkaitan dengan komoditas ini juga akan ikut tumbuh," papar Soehari.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi