Produksi Porsche Panamera Akan Dihentikan?
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 2 September 2009 21:44 WIB
Porsche Panamera

TEMPO Interaktif, London:Sebuah laporan mengejutkan dilansir majalah otomotif yang terbit di Inggris, Car Magazine. Majalah itu menyebut, akuisisi saham Porsche AG oleh Volkswagen membuahkan keputusan aneh.

porsche panameraDisebutkan, paska penyatuan usaha dari dua pabrikan otomotif asal Jerman itu, ada indikasi kuat untuk menghentikan produksi Porsche Panamera dan Porsche Cayenne. "Pasalnya, Chief Executive Officer Volkswagen (VW), Ferdinand Piëch, menginginkan Porsche untuk lebih fokus pada mobil sport saja," sebut laporan yang dirilis Selasa (01/09).

Padahal Panamera yang mulai diproduksi pekan ketiga Mei lalu itu, adalah sebuah sedan diposisikan sebagai mobil sport sejati sekaligus sebagai mobil keluarga empat tempat duduk yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari. Mobil berdimensi panjang lima meter tersebut dilengkapi mesin 4.8 liter V8 yang menghasilkan tenaga maksimum 394 daya kuda pada 6.500 rpm dan mampu melesat 0-62 mil per jam dalam waktu 5,6 detik.

Panamera yang dibandrol 72.226 poundsterling atau sekitar Rp 1,3 milyar itu, Panamera juga disebut-sebut akan menjadi pesaing berat bagi Aston Martin Rapide dan Jaguar XFR. Dan rencananya, mobil itu akan dipasarkan di Eropa pada September dan untuk pasar Amerika Serikat pada November mendatang. Kendati produksinya dihentikan, produk yang ada akan tetap dipasarkan hingga 2016 mendatang. Panamera sebelumnya ditargetkan bisa terjual 20 ribu unit per tahun.

Selanjutnya, Volkswagen kemungkinan akan mengembangkan platform bersama yang akan mendukung sebuah entry level baru bagi Porsche maupun sporty bagi VW. Seperti diketahui, Juli lalu, Porsche AG akhirnya menerima tawaran induk usahanya, Volkswagen (VW) untuk mengakuisisi 49,9 persen sahamnya. Kesepakatan tersebut akan direalisasikan akhir tahun ini.

Lantas apakah benar, produksi sedan saingan Aston Martin Rpaide itu akan dihentikan? Kita tunggu saja.

WORLDCARFANS.COM / ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi