Volvo Bakal Jadi Perusahaan Cina
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 30 Oktober 2009 11:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Konsorsium yang dipimpin induk perusahaan mobil Cina, Geely, mungkin sebentar lagi jadi pemilik pabrik mobil mewah Swedia, Volvo.

Saat ini Volvo masih dimiliki raksasa otomotif Amerika Serikat, Ford. Karena Ford sedang mengalami masalah keuangan, dan dipaksa menjual unit-unit yang tidak perlu, mereka pun akan melepas Volvo.

Pada Rabu (28/10), Ford menyatakan bahwa konsorsium dari Cina  yang dipimpin, Zhejiang Geely Holding Group, menjadi calon pembeli paling kuat.

Geely ini sekarang menjadi pabrik Cina terbesar ke-11. Merek ini sudah mengedarkan mobilnya di Indonesia sejak dua tahun silam, tapi kemudian menghilang.

Pertengahan tahun ini beredar kabar mereka akan kembali masuk ke Indonesia dengan menjual sedan yang harganya di bawah Rp 150 juta. Mereka juga akan membuat pabrik di dekat Jakarta setelah ditolak Malaysia.

Usaha Geely menguasai Volvo ini mendapat sejumlah masalah. Persoalan pertama adalah soal teknologi. Selama 10 tahun terakhir, Ford dan Volvo saling membuka rahasia teknologi. Ford tidak ingin akses ke teknologi Volvo ikut hilang.

Persoalan kedua, Geely mesti berhitung bahwa mereka akan membiayai dan mengelola sebuah anak perusahaan yang ukurannya lebih besar dari mereka sendiri. Selain itu, posisinya juga jauh di benua lain.

Yang ketiga, penolakan politikus dan para pemimpin Swedia jika mereka dikuasai perusahaan Cina. Awal tahun ini, misalnya, perusahaan Cina yang lain, Beijing Automotive Industry Holding, gagal mengambil alih Opel dari General Motors karena para politikus Jerman ribut.

Geely segera menyatakan kepada Swedia bahwa pabrik, pusat riset, dan operasi pengembangan  Volvo tidak akan dipindah dari negara Nordik itu. Mereka juga berjanji bahwa manajemen Volvo tetap terpisah dari Geely.

Ada juga persoalan di dalam tubuh Geely sendiri. Sebagian saham Geely Automobile dilepas di bursa Hongkong. Pertengahan tahun ini mereka sudah berjanji kepada pasar bahwa mereka tidak akan mencoba membeli Volvo. Membeli Volvo ini sama dengan menambah utang yang besar.

Saham mayorita Geely Automotive itu dimiliki Zhejiang Geely, yang selain otomotif bergerak di berbagai bidang seperti suku cadang sepeda motor dan perhotelan. Sekarang, yang membeli Volvo bukan Geely Automotive tapi perusahaan induknya, Zhejiang Geely.

Jika jadi memiliki Volvo, maka perusahaan Swedia itu akan tetap secara resmi terpisah dari Geely Automobile. Langkah ini juga mungkin bisa menenangkan Swedia yang gelisah bahwa Volvo, salah satu simbol negeri mereka, dikuasai Cina.

NYT/NURKHOIRI

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi