Pabrikan Masih Sulit Pasarkan Mobil Hybrid di Indonesia
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 30 Oktober 2009 14:56 WIB
TEMPO/Arif

TEMPO Interaktif, Jakarta:Beberapa Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) kendaraan bermotor mengaku masih kesulitan untuk memasarkan produksi prinsipalnya di Indonesia. Ketiadaan infrastruktur pendukung serta kebijakan para pemangku kepentingan yang belum satu visi menjadi kendala utama.

http://image.tempointeraktif.com/?id=20726Salah satu, ATPM yang merasakan hal itu adalah, PT Toyota Astra Motor. Padahal, prinsipal PT TAM yaitu Toyota telah memproduksi mobil ramah lingkungan Toyota Prius.

"Bagi Toyota keberadaan mobil ramah lingkungan atau yang biasa disebut green car adalah sebuah keniscayaan. Sebab, kalangan pabrikan mobil juga berpikir sumber bahan bakar fosil juga akan habis. Sementara, daya dukung lingkungan terhadap hasil emisi kendaraan juga semakin kecil.," papar Rachmad Basuki, Chief Corporate PT TAM dalam seminar Green Car dalam Industri Otomotif Nasional, di Jakarta, Kamis (29/10).

Pada sisi lain, sebut Rachmad, industri menginginkan keberlangsungan operasionalnya terjamin. Sehingga, bagi industri, menciptakan produk yang sesuai dengan kondisi alam serta kebutuhan konsumen merupakan keharusan. "Namun, infrastruktur juga harus mendukung," tandasnya.

Diantara infrasktur pendukung itu adalah keberadaan tempat pengisian sumber energi seperti listrik, kualitas bahan bakar, hingga kualitas jalan. "Karena itu dalam beberapa dekade, mobil di Indonesia masih akan menggunakan sumber energi bahan bakar minyak, meski pun saat ini sudah ada mobil hybrid baik bersumber energi listrik atau fuel cell," kata Rachmad.

Hal serupa juga diakui oleh Panggah Susanto, Direktur Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan ke Dirgantaraan Departemen Perindustrian. "Pengembangan kendaraan yang hemat energi, ramah lingkungan, dan harga terjangkau cukup sulit karena terhambat infrastruktur, kualitas bahan bakar masih kurang baik," ujar dia.

Sementara itu Indah Suksmaningsih, Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kebijakan di lembaga pemerintahan terhada keberadaan mobil ramah lingkungan sering tidak sejalan antara satu dengan lainnya. Sehingga, kampanye tentang mobil ramah lingkungan pun terkesan hanya sebatas slogan.

"Bagaimana kesiapan Badan Usaha Milik Negara, PLN misalnya dalam menyediakan sumber listrik bila nanti ada mobil listrik. Bagaimana Pertamina menyiapkan bahan bakar yang ramah lingkungan? Masing-masing berjalan dengan kepentingannya. Sehingga, kalau ada konsumen yang ingin menggunakan mobil hybrid juga berpikir ulang," tutur Indah.

Masih sulitnya memasarkan mobil ramah lingkungan juga diakui Fumio Kuwayama, Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian, Agen Tunggal Pemegang Merek Mitsubishi di Indonesia.

Meski telah memproduksi varian mobil listrik, yaitu Mitsubishi i-MiEV (bahkan saat ini terdapat tipe mobil Kargo), namun Mitsubishi belum berniat memasarkannya di Indonesia. "Infrastruktur masih menjadi persoalan utama. Belum dalam waktu dekat (dipasarkan di Indonesia)," terang Kuwayama beberapa waktu lalu.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi