Toyota Berhasil Ciptakan Spesies Bunga Baru
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 30 Oktober 2009 17:35 WIB
Grill

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kritikan terhadap produk Toyota Prius sebagai produk yang memberi dampak lebih buruk terhadap lingkungan terhadap mobil konvensional dibanding mobil kovensional dijawab Toyota Motor Corporation dengan langkah inovatif untuk menyelamatkan lingkungan.

toyota Pabrikan otomotif Jepang itu berhasil melakukan rekayasa genetik dua spesies tanaman bunga. Kedua spesies itu diklaim sebagai spesies yang benar-benar baru. Keduanya diciptakan khusus untuk menyerap gas rumah kaca di pabrik pembuatan Toyota Prius.

Bunga-bunga yang menyerap gas nitrogen oksida dan panas dari atmosfir itu dikembangkan dari dari cherry sage dan gardenia (bunga kaca piring) kata  sumber Toyota seperti dikutip situs resmi Toyota.

Penyerapan gas oleh bunga itu telah menurunkan suhu permukaan di pabrik. Walhasil energi yang dipakai oleh mesin pendingin pabrik juga jauh lebih sedikit. Begitu pula dengan emisi gas CO2 yang dihasilkan dalam proses produksi Toyota Prius.

Dijelaskan, daun tanaman bunga yang dikembangkan dari cherry sage tersebut menyerap gas-gas berbahaya. Sementara daun bunga gardenia menghasilkan uap air di udara dan menurunkan suhu permukaan tanah di areal pabrik. "Penciptaan spesies baru bunga itu merupakan upaya Toyota untuk terus menciptakan lingkungan yang ramah," sebut sumber Toyota.

Sebelumnya Toyota juga melakukan inovasi untuk mengarungi dampak emisi gas CO2. Toyota melakukan uji coba penggunaan sel surya di kapal pengangkut mobil. Sel surya tersebut menyerap energi matahari yang kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik kapal. Dengan pemanfaatan energi surya itu, maka kerja generator yang menggunakan bahan bakar fosil bisa dikurangi.

Langkah Toyota itu diklaim sebagai yang pertama kali di kalangan industri otomotif. Pasalnya belum pernah ada perusahaan lain yang melakukan hal serupa. Langkah lain Toyota untuk menjaga kesimbangan lingkungan adalah penggunaan tirai air untuk menyerap debu di sekitar pabrik agar udara lebih bersih.

"Bahkan, Toyota tengah mengembangkan cara untuk memanfaatkan emisi CO2 untuk kebutuhan tanaman di rumah kaca," tutur sumber Toyota.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi