Hyundai Sonata Injeksi Langsung Diluncurkan 2010  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 18 November 2009 14:03 WIB
Dok: Hyundai

TEMPO Interaktif, Jakarta:Untuk mewujudkan komitmen terhadap kelangsungan lingkungan hidup, Hyundai Motor Company (HMC), Selasa (17/11) resmi meluncurkan mesin bensin injeksi langsung atau Gasoline Direct Injection (GDI) 2.400 cc Theta II.

Hyundai SonataMesin ini diklaim mampu menyemburkan tenaga maksimum hingga 201 PS pada 6.300 rpm, dan 25,5 kgm pada 4.250 rpm dengan rasio perbandingan 11,3:1. Demikian rilis HMC yang dikirim oleh Global Public Relation Team Hyundai, Rabu (18/11).

Disebutkan, mesin tersebut akan menggantikan mesin yang selama ini digunakan oleh sedan Hyundai Sonata, yaitu Theta 3.300 cc V-6. Mesin tersebut menggunakan injeksi tidak langsung. "Theta II GDI itu secara meyakinkan menunjukkan kemampuan Hyundai dalam pengembangan teknologi mesin," tutur Lee Hyun Soon, Wakil Kepala Teknologi HMC.

Hyundai menandaskan, mesin injeksi langsung merupakan kunci strategi teknologi perusahaan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan diversifikasi sumber energi. “Kami menggunakan teknologi yang bersentuhan langsung dengan konsumen, yaitu efisiensi bahan bakar, performa, tinggi dan biaya murah. Keuntungan sistem GDI langsung dirasakan konsumen,” ujar sumber Hyundai.

mesin GDI Disebutkan, proses pengembangan teknologi ini berlangsung selama 46 bulan dan menelan investasi US$ 147 juta atau sekitar Rp1,47 trilun. Rencananya, mesin baru itu akan dipasang di sedan Sonata produksi Hyundai mulai pertengahan 2010 mendatang.

Namun, hingga kini Hyundai belum meberikan keterangan ihwal harga dan untuk pasar mana Sonata bermesin injeksi langsung itu di Mekanisme kerja GDI adalah, bensin langsung disemprotkan ke ruang bakar untuk bercampur dengan udara.

Penyemprotan berlangsung sejak langkah isap dimulai begitu mesin mobil dihidupkan, dengan demikian perbandingan kompresi bisa dibuat lebih tinggi. Hasilnya, tenaga yang dihasilkan lebih besar dengan tingkat efisiensi bahan bakar tetap tinggi.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi