General Motors Perpanjang Tenggat Penjualan Hummer
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 1 Maret 2010 21:56 WIB
Mobil Hummer dan Cadillac dijual di dealer General Motors Burlingame, California, Rabu (3/6). GM memiliki kesepakatan untuk menjual dengan merek Hummer ke Sichuan Tengzhong Heavy Industri Machinery Co di Cina. AP Photo/Paul Sakuma

TEMPO Interaktif, New York:Setelah pekan lalu penjualannya ke pabrikan otomotif Cina, Sicuan Tengzhong Heavy Industrial Macines Co.Ltd gagal karena pabrikan itu tidak mendapat persetujuan dari pemerintah Cina, General Motors (GM) menyatakan akan menempuh rencana awalnya yaitu menghentikan dan menutup merek Hummer.

Namun, Senin (1/3) GM telah membuat kabar anyar. Pabrikan ini menyatakan akan memperpanjang batas tenggat penjualan Hummer hingga 1 Mei mendatang.

Ternyata, kata sumber GM seperti dikutip Automotive News, saat ini masih banyak pihak yang berminat untuk mengakuisisi pabrikan mobil bertampang gagah tersebut.

Hummer 1Selain itu, Hummer juga masih menyisakan 153 perjanjian waralaba dealer yang ada di Amerika Serikat sehingga diperpanjang hingga 1 Mei mendatang. Artinya, sembari menyelesaikan beberapa kewajiban yang masih tersisa, Hummer masih menyimpan asa untuk bangkit kembali.

"Kami akan melakukan apapun sesuai dengan kemampuan kami, untuk kembali membawanya (menyelamatkan Hummer) dalam beberapa bulan mendatang ini," tutur Jim Taylor Kepala Eksekutif Hummer seperti dikutip Automotive News.

Bila hal ini terjadi, maka proses itu sama dengan saat GM menyelamatkan Saturnus dan Pontiac. Persediaan yang masih tersisa akan dijual dengan harga diskon yang besar, sedangkan dealer Selain itu, Hummer juga tetap memberikan jaminan perawatan dan perbaikan termasuk penyediaan suku cadang kepada para pemilik Hummer di seluruh dunia.

Seperti diketahui, Sichuan Tengzhong Heavy Industrial Machines Co Rabu (24/2) menyatakan menarik kesepakatan untuk membeli perusahaan Hummer dari General Motors Co. Langkah itu ditempuh karena perusahaan alat berat asal cina itu tidak mendapatkan persetujuan dari pemerintah khususnya terkait proposal jangka waktu penjualan.

Dalam kesepakatan awal untuk membeli Hummer, Tengzhong akan memiliki 80 persen saham Hummer. Sedangkan dua investor asal Hongkong dan Suolang Duoji, mendapatkan 20 persen saham. Baik Tengzhong maupun dua investor itu juga akan memiliki seluruh distributor Hummer di seluruh dunia.

Juru bicara GM, Nick Richards mengatakan kegagalan penjualan ini tidak mengubah rencana awal untuk menutup fasilitas pabrik di Shreveport pada 2012. Selanjutnya, GM akan fokus pada empat merek yang tersisa yaitu Chevrolet, GMC, Cadillac dan Buick.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi