Wuih, Hyundai Cina Genjot Produksi Hingga Dua Kali Lipat
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Kamis, 25 Maret 2010 21:17 WIB
Logo Hyundai (REUTERS/Jo Yong-Hak)

TEMPO Interaktif, Beijing:Pabrikan otomotif Hyundai di Cina berkolaborasi dengan Beijing Automotive Industry Holding Corporation (BAIC) menggenjot produksi di model Hyundai di Negeri Tirai Bambu itu menjadi 66 unit per jam. Sehingga, produksi tahunan Hyundai di negara itu ditargetkan menjadi 600 ribu unit.

Seperti dilaporkan gasgoo.com, selama ini kapasitas produksi Beijing Hyundai hanya 300 ribu unit per tahun. Namun, sejak tahun ini pabrik Hyundai di Cina itu telah mendapatkan tambahan peralatan produksi untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi dua kali lipat.

"Permintaan pasar terhadap model Hyundai juga terus meningkat," aku sumber di Hyundai.

Sementara itu, sumber di Hyundai menyebutkan, pabrik itu hanya merakit dua model dan meningkatkan produksi untuk varian Sport Utility Vehicle Hyundai iX35, sedan Hyundai Elantra, serta hatchback i30. "Peningkatan kapasitas produksi pabrik itu, juga termasuk untuk semua model yang diproduksi kerjasama Hyundai dengan pabrikan lain," ujar sumber itu.

Tahun lalu, penjualan produk hasil kerjasama itu mampu mendongkrak penjualan Hyundai di Cina hingga 93,6 persen. Hanya, posisi Hyundai pada saat itu digeser oleh pabrikan otomotif asal Jerman, Volkswagen AG. Tahun ini, pabrikan asal Korea itu mematok traget penjualan di Cina tumbuh 18 persen atau mencapai 670 ribu unit produk.

"Perusahaan berupaya untuk terus berekpansi secara perlahan namun pasti," tandas sumber tersebut.

Kongsi antara Hyundai dengan BAIC mulai dilakukan pada 2002 lalu. Dengan kongsi itu, Hyundai Cina terus menambah kandungan lokal produknya dari pemasok komponen lokal. Tahun lalu, porsi kandungan lokal produk Hyundai telah mencapai 56 persen.

Namun Hyundai menegaskan, produksi hasil kongsi itu hanya diperuntukkan bagi pasar lokal Cina. Sementara untuk pasar di luar Cina, sama sekali berbeda dengan produk untuk konsumsi lokal Cina.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi