Penjualan Harley Davidson Jeblok di Negeri Sendiri  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 21 April 2010 17:51 WIB
Motor Harley Davidson. TEMPO/Arif Ariyanto

TEMPO Interaktif, Jakarta - Penjualan motor besar Harley Davidson di negeri asalnya, Amerika Serikat sepanjang Januari – Maret dilaporkan menurun. Siaran pers pabrikan itu seperti dikutip autoevolution.com, Rabu (21/4) menyebut penjualannya dalam rentang waktu itu, melorot 24,3 persen dibanding periode sama tahun lalu.

"(Meski demikian) kami tetap semangat dengan hasil perkembangan selama kuartal pertama itu. (Dan) ini akan terus memacu kami untuk meningkatkan penjualan di seluruh jaringan setelah melewati masa-masa sulit,” tutur Keith Wandell, President and Chief Executive Officer Harley-Davidson, Inc-AS.

Penurunan penjualan tak hanya terjadi di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Tercatat, ekspor motor gede itu sepanjang Januari – Maret menurun 21,4 persen dibanding waktu yang sama 2009. Satu-satunya, peningkatan penjualan terjadi  di daratan Eropa dan Kanada.

Di Benua Biru itu, Harley membukukan penjualannya meningkat 1,2 persen. Sementara di Kanada 1,5 persen. Adapun di Asia Pasifik -- termasuk Indonesia -- dan Amerika Latin masing-masing turun 9,8 persen dan 7,8 persen.

Harley Davidson mengaku  sepanjang kuartal pertama 2010 pihaknya mengirim 53.674 unit produknya ke se-antero dunia. Padahal di periode sama 2009, pengiriman mencapai 74.670 unit.

Namun, meski penjualannya jeblok dalam jumlah, namun tingkat pendapatan justeru naik 15 persen yaitu menjadi US$ 15,5 juta atau sekitar Rp 141,8 juta.  Sebelumnya, dalam  tiga kuartal berturut-turut di 2009 membukukan kerugian.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi