27 ATPM Pastikan Meriahkan IIMS 2011  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 5 April 2011 23:49 WIB
Konferensi pers The 19th Indonesia International Motor Show 2011 di Jakarta, Selasa (5/4). (Raju Febrian/TEMPO)
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebanyak 27 Agen Tunggal Pemengang Merek (ATPM) dipastikan akan ikut serta dalam pameran akbar The 19th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011. Pameran bertaraf Internasional ini rencananya akan digelar sepuluh hari, 22-31 Juli 2011, di JIExpo Kemayoran.

Dari 27 merek kendaraan tersebut terdiri dari 20 merek mobil pribadi (passenger car) dan 7 merek mobil niaga (commercial car). Merek mobil pribadi terdiri dari Audi, BMW, Chevrolet, Daihatsu, Ford, Geely, Honda, Hyundai, Jaguar, Jeep, KIA, Mazda, Mercedes-Benz, Mitsubishi Motors, Nissan, Peugeot, Subaru, Suzuki, Toyota, dan VW.

Sedangkan merk mobil niaga yang berpartisipasi antara lain Mitsubishi Fuso, Foton, Hino, Isuzu, Mercedes-Benz, Man Trucks dan UD Trucks. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, terjadi peningkatan jumlah peserta. IIMS 2010 diikuti 22 merek kendaraan, terdiri dari 18 merek mobil pribadi dan 4 merek mobil niaga.

Sudirman MR, Ketua Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) berharap antusias APM mobil ini dapat diikuti oleh berbagai perusahaan produk komponen, aksesoris, serta produk dan jasa pendukung lainnya.

"Kami juga berharap, IIMS dapat menjadi ajang bagi APM mobil dan industri pendukungnya untuk lebih mempromosikan kelebihan yang dimiliki, khususnya yang mendukung teknologi hijau," kata Sudirman MR dalam jumpa pers Gaikindo dan Dyandra Promosindo, Selasa (5/4) siang.

Sudirman mengatakan ATPM mobil juga bisa kembali menggunakan ajang IIMS untuk meluncurkan produk-produk terbarunya untuk pasar Indonesia. "Masyarakat selalu antusias melihat produk terbaru APM mobil saat pameran," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia IIMS 2011, Johnny Darmawan mengatakan meski banyak ATPM Indonesia yang berasal dari Jepang namun pelaksanaan IIMS tidak akan banyak terpengaruh. Ia menyebutkan selain stok masih cukup, dunia otomotif di Jepang terus melakukan recovery.

"IIMS masih bulan Juli, jadi diharapkan saat itu semuanya sudah normal kembali," kata Johnny.

Ia mengatakan persoalan yang dihadapi oleh produsen mobil di Jepang adalah langkanya pasokan komponen dan suku cadang. Namun, peranti tersebut bukanlah suku cadang utama. "Suku cadang itu adalah tier dua dan tiga. Kalau pabrik mobilnya sendiri sebagian besar tidak bermasalah," terang Johnny.

RAJU FEBRIAN 

#Industri Otomotif
#Johnny Darmawan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi