Pirelli Bidik Penjualan 5.000 Ban
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 11 April 2011 23:43 WIB
Ban Pirelli Diablo dan Sport Demon (Dok. Pirelli)
TEMPO Interaktif, Jakarta - Produsen ban asal Italia, Pirelli, tak mau ketinggalan dalam berebut pasar roda dua Indonesia. PT Sentra Kreasi Niaga, yang menjadi distributor ban pabrikan yang berkantor pusat di Milan ini, mematok target penjualan sebanyak 5.000 ban.

Meski harus bersaing dengan pabrikan lain yang lebih matang -- termasuk juga pabrikan ban asal Indonesia -- Pirelli tetap optimistis. Marketing Manager PT Sentra Kreasi Niaga, Evi Nursanti, mengaku pihaknya tidak memiliki angka penjualan yang muluk-muluk.

"Kami sekarang hadir di Jakarta, Bandung, Lampung, Semarang, Medan dan Bali. Dalam setahun kami menargetkan 5.000 ban Pirelli terjual di Indonesia," kata Evi dalam keterangan persnya Senin (11/4).

Untuk mendukung targetnya, Pirelli meluncurkan program diskon khusus untuk para pembeli. "Kita ada diskon khusus untuk para pembeli ban Pirelli tipe Sport Demon ukuran 110 dan 130. Promo ini kami adakan sampai awal bulan Mei," kata Evi.

Di Indonesia, produsen ban yang sudah beroperasi sejak tahun 1872 dan selalu terhubung erat dengan dunia balap ini, menyuguhkan berbagai tipe ban untuk berbagai keperluan.

Untuk para pengguna motor skuter, Pirelli menyediakan berbagai tipe ban antara lain Diablo Scooter, SL 38, SL 26, GTS 23 dan GTS 24. Sementara untuk motor sport, Pirelli memiliki lebih banyak lagi pilihan mulai dari City Demon, Sport Demon, Angel, Night Dragon, MT 75, MT 66 hingga Diablo Rosso II.

Sedangkan untuk para pecinta balap, Pirelli yang merupakan Official Tyre Supplier untuk Superbike World Championship, Supersport World Championship, dan Superstock 1000 FIM Cup ini mempunyai tipe ban Diablo Superbike dan Diablo Supercorsa untuk para pecinta kecepatan.

"Sesuai dengan motonya 'We sell what we race, we race what we sell' pengalaman berharga ini tentunya dituangkan juga untuk pengembangan produk-produk Pirelli yang diperuntukan pada pemakaian sehari-hari di jalan raya," ujar Evi.

RAJU FEBRIAN

#Industri Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi