MAN Menggebrak Pasar Truk Indonesia Melalui IIMS 2011  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 25 Juli 2011 00:37 WIB
Truk MAN di IIMS 2011. (Ist)

TEMPO Interaktif, Jakarta - Gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011 yang berlangsung 22-31 Juli tak hanya diramaikan oleh mobil penumpang, tapi juga kendaraan komersial baik truk maupun pikap. Hingga hari pelaksanaan ketiga, Ahad, 24 Juli 2011, sedikitnya tiga Agen Pemegang Merek (APM) truk di Tanah Air yang meluncurkan model terbaru.

Pada hari pertama, Jumat, 22 juli, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) meluncurkan varian truk heavy duty Hino 700ZYIEWPD. Pada hari yang sama, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) juga meluncurkandua varian truk medium duty Isuzu GIGA, yaitu GIGA FVZ dan FRR.

"Truk ini telah dilengkapi tekinologi common rail yang disesuaikan dengan solar Indonesia, sehingga tenaga mesin besar, tapi irit bahan bakar," ucap Johannes Nangoi, saat ditemui di arena IIMS 2011, di Kemayoran, Jakarta, Ahad, 24 Juli 2011.

Tak ingin kehilangan kesempatan, PT Duta Putera Sumatera (DPS) meluncurkan truk heavy duty asal Jerman, MAN. Pemegang merek MAN Nutzfahrzeuge di Indonesia itu memperkenalkan 2 varian sekaligus.

"Keduanya adalah MAN TGS 50.480 Coal Body 35 meter kubik dan CLA 31.280 Coal Body 30 meter kubik," tutur Nugroho Tjandrakusuma, Direktur SUN Motor.

Nugroho optimistis 2 varian yang diluncurkan tersebut bakal mendapat sambutan bagus dari konsumen, khususnya perusahaan tambang dan perkebunan. Alasannya, selain MAN memiliki reputasi yang bagus sebagai kendaraan berat yang tangguh, saat ini sektor komoditas khususnya subsektor pertambangan dan perkebunan mengalami pertumbuhan yang bagus.

"Komoditas seperti batubara, nikel, emas, timah, dan lain-lain saat ini harganya sangat bagus di pasar internasional. Diperkirakan tahun-tahun mendatang masih terus berlanjut," tuturnya.

Ihwal keunggulan, Nugroho mengatakan kedua varian tersebut memiliki keunggulan khas. Varian MAN CLA 31.280, misalnya, cocok untuk medan off-road dengan jarak jauh ataupun lintasan jalan yang rata. "Sehingga, selain nyaman juga aman. Dua aspek itu sangat penting di areal pertambangan," ujarnya.

Truk bermesin 7000 cc, 6 silinder segaris, yang dilengkapi teknologi injeksi langsung dan turbodiesel intercooler juga diklaim irit bahan bakar. "Terutama bila putaran mesin berada pada rentang 1400-1700 rpm," ucap Nugroho lagi.

Mesin tersebut menghasilkan tenaga 280 daya kuda dan torsi 1100 Newton meter (Nm). Tenaga itu disalurkan ke roda dengan menggunakan transmisi manual 9 tingkat kecepatan.

Adapun MAN TGS 50.480 yang berbobot 50 ton mengusung mesin diesel 12.400 cc, 6 silinder segaris, dengan teknologi common-rail dan turbodiesel intercooler. Mesin itu menghasilkan tenaga 480 daya kuda pada 1900 rpm dan torsi 2300 Nm pada 1050-1400 rpm.

Tenaga tersebut disalurkan ke roda dengan menggunakan transmisi ZF semi-otomatis 12 tingkat kecepatan. Keunggulan lain yang ditawarkan truk itu adalah, kabin yang dilengkapi pendingin ruangan (AC), suspensi udara di roda depan, dan parabolic suspension di gardan depan. "Sistem pengeremannya menggunakan BrakeMatic elektronik. Jadi, selain nyaman juga aman," tutur Nugroho.

Bagaimana dengan prospek di tengah persaingan sengit di segmen truk? Nugroho mengaku, sederet keunggulan teknologi serta harga yang tak jauh berbeda dengan para pesaing menjadi daya saing MAN di Tanah Air. "Terlebih di dunia, nama MAN memiliki reputasi yang sangat bagus."

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, sepanjang semester pertama tahun ini, penjualan truk dan bus mencapai 46.858 unit. Dari jumlah itu, penjualan truk besar (heavy truck) mencapai 5.538 unit. Sebanyak 90 persen lebih truk kategori itu merupakan truk buatan produsen Jepang.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi