IIMS 2011, di Mata Gadis-gadis Sales Promotion Girl
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 29 Juli 2011 02:26 WIB
Nathania (Arif Arianto/TEMPO)

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menjadi Sales Promotion Girl (SPG) di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) bukanlah hal yang gampang. Selain seabrek persyaratan, beberapa tahap uji dari perusahaan agency dan pemegang merek yang merekrut pun harus mereka lalui.

Maklum, perhelatan ini bukanlah hajatan tingkat lokal, tetapi internasional. Maka, standar yang ditetapkan oleh penyelenggara pun juga standar global. Bahkan, pengalaman menjadi seorang SPG bukanlah jaminan untuk lolos menjadi SPG di IIMS sehingga tak sedikit di antara mereka menganggap pekerjaan sebagai SPG musiman itu tak ubahnya magang kerja.

Setidaknya itulah pengalaman Nathania yang bertugas sebagai SPG di booth Toyota dan Miranti SPG booth Honda.

Nathania

Gadis cantik kelahiran Jakarta, 21 tahun lalu itu, memiliki pengalaman sebagai SPG di perhelatan IIMS 2010. Hanya, ia mengaku tak yakin bakal lolos lagi di saat beberapa temannya memberi informasi perekrutan SPG IIMS 2011.

"Abis, persyaratan bertambah ketat. Selain pengetahuan umum, juga interpersonal skill, bahasa asing, public speaking, dan lain-lain," ujar mahasiswi semester tujuh Fakultas Pendidikan, Jurusan Bahasa Inggris, salah satu universitas ternama di Karawaci, Tangerang itu.

Bagi Thania, sapaan akrab Nathania, menjadi SPG di IIMS bukan semata-mata karena honor yang lumayan, tetapi juga menambah ilmu dan pengalaman. Sebab, dengan menjadi SPG, ia bisa belajar berkomunikasi dengan orang lain yang memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda.

Disitulah, sebut dia, kecerdasan emosional dan kedewasaan seseorang diuji. "Memang, sih, jujur harus aku akui honornya cukup menggiurkan, tetapi pengalaman jauh lebih penting. Hitung-hitung ini (menjadi SPG) sebagai magang kerja," kata dia.

Bahkan, pemilik tinggi badan 167 sentimeter itu berkeinginan menekuni bidang public relation setelah lulus kuliah nanti.

Miranti

Gadis manis, 22 tahun, ini mengaku tengah menyelesaikan studinya di Akademi Kebidanan yang berafiliasi dengan sebuah rumah sakit ternama di Tangerang. Sembari menunggu jadwal ujian akhir, Mira, panggilan akrabnya, mencari kesibukan yang berarti. "Apalagi honornya lumayan, Rp 600 ribu untuk enam jam," aku Mira diikuti senyuman manis.

Bagi Mira, menjadi SPG di IIMS 2011 selain menimbulkan kebanggaan tersendiri juga memberikan pengalaman terbaik. Tugas profesi ini baginya membutuhkan rasa percaya diri yang tinggi, kemampuan komunikasi yang baik, serta kemampuan bersikap profesional menghadapi setiap orang, khususnya calon pembeli produk yang ditawarkannya.

Itu semua bukanlah pekerjaan yang mudah. "Aku pikir pekerjaan ini lebih praktis karena kita nggak usah banyak belajar teori, tetapi langsung praktek," kata gadis yang pernah magang sebagai pramugari sebuah perusahaan penerbangan nasional itu.

Itulah yang membuatnya bangga. Terlebih proses seleksi perusahaan agency-nya juga cukup ketat. Saking ketatnya, pemilik tinggi badan 169 centimeter itu sempat tak percaya diri saat mengikuti tes.

Padahal, ia punya pengalaman menjadi SPG perusahaan minyak dan pelumas asal Negeri Abang Sam kala perusahaan itu mengikuti pameran. "Jadi, aku bersyukur bisa ikut di IIMS 2011 ini sebagai SPG," imbuhnya.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi