Awal 2013, General Motors Produksi MPV di Indonesia
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 12 Agustus 2011 23:09 WIB
Manajemen GM Asean dan GM Indonesia di Jakarta, Jumat, 12 Agustus 2011. (Dok. GMI)

TEMPO Interaktif, Jakarta - General Motors (GM) Asia Tenggara memastikan Indonesia menjadi pusat produksi mobil penumpang (Multi Purpose Vehicle/MPV). GM siap menggelontorkan investasi US$ 150 juta atau sekitar Rp 1,29 triliun. Rencananya, proses produksi dimulai pada awal 2013 dengan kapasitas produksi 40 ribu per tahun.

"Langkah ini (menjadikan Indonesia sebagai basis produksi), merupakan kebijakan penting yang diambil oleh General Motor Asean," papar Martin Apfel, Presiden GM Asia Tenggara, di Jakarta, Jumat, 12 Agustus 2011.

Melalui proses produksi yang akan dilakukan di pabrik milik GM Indonesia di Pondok Ungu, Bekasi, itu sekaligus menjadi Indonesia sebagai pusat kegiatan ekspor mobil penumpang ke negara-negara Asia Tenggara lainnya. "Indonesia merupakan pasar otomotif yang paling dinamis dengan perekonomian yang terus berkembang," ujar Martin.

Pada satu sisi, lanjut dia, kebijakan tersebut juga akan memperkuat citra merek Chevrolet di Indonesia. Pasalnya, citra merek itu terus mengalami perkembangan yang cukup besar. "Setidaknya ini bisa dilihat dari pertumbuhan penjualan sepanjang paruh pertama 2011 ini yang naik 18 persen dibanding periode sama tahun lalu," papar Martin.

Marcos Purty, Presiden Direktur GM Indonesia menambahkan, pihaknya akan melakukan penguatan jaringan layanan purna jual di tanah air. Selain penjualan, aspek layanan servis dan penjualan suku cadang akan terus ditambah.

Adapun ihwal varian yang akan diproduksi pertama kali di pabrik GM di Pondok Ungu Bekasi pada awal 2013 nanti adalah MPV Chevrolet PM7. Namun, hingga kini belum ada penjelasan mengenai spesifikasi mobil tersebut.

Namun, beberapa waktu lalu, GM di Amerika Serikat dikabarkan tengah menggodok spefisikasi teknis mobil tersebut. Termasuk mesin yang bakal diusung mobil itu. 

Beberapa sumber di pabrikan itu menyebut, ada beberapa pilihan mesin yang dipetimbangkan, diantaranya mesin 1.400 cc dan 1.600 cc. "Namun, mesin 1.400 cc seperti menjadi pilihan," ujar sumber di GM Indonesia saat dihubungi.

Pilihan itu sesuai dengan target pasar di Asia Tenggara khususnya Indonesia. pasalnya, selain irit bahan bakar, harganya juga sangat terjangkau.

Alasan itu sesuai dengan apa yang dikatakan Martin Apsel pada Jumat, 12 Agustus ini. Martin menyebut, alasan lain untuk memproduksi MPV di Indonesia itu adalah ingin masuk ke pasar yang selama ini didominasi oleh produk asal Jepang. 

"Kami siap bersaing dengan produk manapun termasuk Jepang, dengan memberikan produk berkualitas terbaik dan harga bersaing," tegas dia.

Hanya, ia belum menyinggung sedikit pun ihwal harga termasuk positioning mobil tersebut. Akankah menjadi pesaing produk terlaris Toyota dan Daihatsu yaitu Avanza dan Xenia? Kita tunggu saja.

ARIF ARIANTO

#Industri Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi