Awas, Tekanan Ban Kurang Sebabkan Kecelakaan  
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 21 Mei 2012 14:12 WIB
Petugas Direktorat Jenderal (Dirjen) Hak Kekayaan Intelektual (Haki) menunjukan produk velg imitasi yang beredar di pasaran, untuk kemudian dimusnahkan di Tangerang, Rabu (25/4). Dirjen Haki juga berhasil mengungkap sebanyak 36 pelanggaran hak intelektual, berupa mesin-mesin, velg kendaraan, "bearing" mesin pabrik, insulasi panas, dan produk lainnya. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Detroit - Jangan anggap sepele pengaruh volume udara pada ban mobil atau sepeda motor Anda. Studi yang dilakukan Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Amerika Serikat (NHTSA) menyebutkan 1 dari 20 kecelakaan disebabkan kurangnya tekanan pada roda kendaraan.

Penelitian yang dilakukan sepanjang 2005 hingga 2007 itu juga menempatkan masalah ban gembos sebagai salah satu penyebab kecelakaan terbanyak. Ban dengan tekanan 25 persen di bawah standar menjadi salah satu kasus yang paling banyak ditemukan. "Hal ini amat berbahaya bagi pengguna kendaraan," demikian pernyataan NHTSA, seperti dikutip dari Associated Press, Senin, 21 Mei 2012.

Tekanan ban, menurut NHTSA, amat berpengaruh pada stabilitas laju serta kelancaran mengendalikan kendaraan. Kondisinya semakin buruk jika kendaraan melaju di tengah hujan deras atau jalanan yang licin. NHTSA mencatat, sejak satu dekade lalu, ada 280 korban jiwa akibat kecelakaan dengan penyebab utama masalah pada ban.

Untuk menanggulangi masalah ini, lembaga itu merekomendasikan pengawasan rutin pada ban kendaraan yang beroperasi di jalanan. Tindakan tertentu harus dilakukan pada ban yang gundul, rawan bocor, hingga bertekanan udara kurang dari standar. Kongres pun kini mengeluarkan peraturan yang mewajibkan semua kendaraan dilengkapi sistem pemantauan tekanan ban atau tire-pressure monitoring systems (TPMS).

FERY FIRMANSYAH

#Tips

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi