Boediono Minta Pabrikan Serius Garap Mobil BBG
Reporter: Tempo.co
Editor: Abdul Malik
Jumat, 21 September 2012 13:19 WIB
Wapres Boediono (kiri) mengunjungi salah satu stan peserta pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 di arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/9). ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Boediono meminta para pelaku industri otomotif untuk lebih serius menggarap kendaraan yang sesuai dengan bahan bakar yang masih tersedia melimpah di Indonesia, yaitu gas. 

"Pemerintah ingin mendorong pemakaian gas di berbagai sektor, rumah tangga sudah pakai gas, sekarang industri, termasuk otomotif, utamanya untuk transportasi umum," kata Boediono, kepada para pelaku industri otomotif di pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) ke-20, Jumat, 21 September 2012.

Menurut Boediono, dalam logika industrialisasi di Indonesia, setiap industri harus bisa menyesuaikan diri dengan sumber daya yang kompatibel. "Kami mendorong teman-teman industri otomotif agar tahun depan bisa memproduksi (mobil) yang benar-benar memanfaatkan gas untuk sektor transportasi," kata dia.

Boediono mengharapkan para pelaku industri otomotif tidak hanya bisa menggenjot mobil yang menggunakan gas, tetapi juga sampai hingga proses manufaktur dan perakitan. "Dengan sisa dua tahun pemerintahan ini, harus bisa maksimal," kata dia.

Selain mobil berbahan bakar gas, Boediono juga menyebutkan pemerintah mendukung pengadaan mobil hibrida dan mobil listrik. "Sudah ada yang mewah, tetapi yang mewah tidak perlu dukungan. Yang terjangkau oleh rakyat yang perlu didukung," kata dia.

Pagi ini Boediono membuka IIMS secara resmi. Acara yang sejatinya dimulai pukul 9 sempat molor sekitar 15 menit karena sepinya hadirin yang datang. Panitia akhirnya sempat merapikan dan mengurangi kursi-kursi yang tidak dipakai.

ARYANI KRISTANTI Berita lain:Kedubes AS Ditutup, Perdagangan Indonesia-AS JalanInvestor Asing Mulai Minati e-Commerce IndonesiaBandara Banyuwangi Penyangga Juanda dan Ngurah RaiMaskapai Lokal Angkut 50 Persen Penumpang InternasionalMUI Bantah Lobi Label Halal di UEA Gagal

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi