Menteri Gusti: Inovasi Frugal Pilihan Realistis  
Reporter: Tempo.co
Editor: Erwin prima
Kamis, 11 Oktober 2012 15:33 WIB
Gusti Muhammad Hatta. TEMPO/Iqbal Lubis

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Negara Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta mendukung pengembangan kemampuan inovasi frugal di Indonesia. “Inovasi frugal dapat menjadi pilihan realistis bagi Indonesia saat ini, terutama untuk sektor perekonomian yang terkait pengelolaan hasil bumi, yaitu pertanian, perikanan, dan peternakan,” ujarnya saat memberi sambutan dalam Forum Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Inovasi Nasional Kedua di gedung LIPI, Rabu, 10 Oktober 2012.

Hatta mengatakan sektor pertanian saat ini merupakan sektor perekonomian yang penting bagi Indonesia dan kemungkinan akan menjadi sektor yang semakin penting di masa yang akan datang, terutama jika dikaitkan dengan kecenderungan peningkatan harga pangan dunia dan harga komoditas pertanian lainnya.

Menurut Hatta, upaya mendorong inovasi frugal di Indonesia akan berhasil jika ada perubahan mindset para pengembang teknologi. “Pengembang teknologi perlu bergeser prioritasnya dari melaksanakan riset dan pengembangan yang menyenangkan hasrat akademiknya semata menjadi lebih fokus pada upaya menyediakan teknologi yang relevan dengan kebutuhan para pengguna serta sepadan dengan kapasitas adopsi para pengguna potensialnya,” ujarnya.

Peneliti LIPI Trina Fizzanty mengatakan hasil penelitian LIPI mendukung pengembangan inovasi frugal di bidang pertanian. Berdasarkan penelitian itu, pengembangan inovasi frugal di Indonesia paling mungkin dilakukan untuk kebutuhan dasar, yakni perumahan, bahan bakar, dan air, pangan, dan kesehatan untuk kelompok bawah dan menengah. Adapun inovasi frugal untuk aneka barang ditujukan untuk kelompok menengah. 

Mengacu kriteria UNDP dan McKinsey, peneliti membagi tiga kelompok penduduk Indonesia. Kelompok konsumsi adalah kelompok atas dengan pendapatan lebih dari US$ 9,8 per kapita per hari dengan jumlah 45 juta. Kelompok tengah dengan pendapatan US$ 1,25-9,8 per hari per kapita dengan jumlah 152 juta. Kelompok di bawah garis kemiskinan dengan pendapatan di bawah US$ 1,25 per kapita per hari berjumlah 45 juta orang.

Trina mengatakan tidak semua perusahaan dapat melakukan inovasi frugal. “Insentif perlu diarahkan pada kelompok perusahaan yang nyata mempunyai kemampuan teknologi serta mempunyai keinginan dan inisiatif untuk melayani kelompok lapisan piramida terbawah,” ujarnya.

ERWIN ZACHRI

Berita lainVaio Duo 11, Penyatuan Ultrabook dengan TabletGame Pengusir SetanMengapa Angka Kematian Akibat Petir Menurun?iPad Mini Lebih Pas di TanganIni Pengukur Waktu Paling Akurat

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi