2013, Pameran Komponen dan Kendaraan Niaga Digelar  
Reporter: Tempo.co
Editor: Abdul Malik
Rabu, 28 November 2012 18:28 WIB
Pengunjung melihat berbagai produk otomotif dalam pameran International Auto Parts, Accessories and Equip Exhibition (INAPA) 2012 yang sedang berlangsung di JIExpo, Kemayoran, Jakarta,(30/03). Tempo/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia akan menggelar pameran industri otomotif terbesar di Asia Tenggara, yakni Indonesia International Bus, Truck, and Commercial Vehicle Exhibition (IIBT) dan International Auto Parts, Accessories, and Equip Exhibition (INAPA), 26-29 Maret 2013, di Jakarta International Expo (JIExpo). Pameran ini menghadirkan semua produk otomotif, dari produk aksesori, peralatan, sampai suku cadang serta komponen.

Direktur PT Global Expo Management (GEM) Baki Lee, selaku penyelenggara, mengatakan pameran ini dapat memicu pertumbuhan industri komponen dalam negeri. "Pameran ini memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi karena menaikkan investasi industri komponen. Setelah ikut pameran, banyak investor tertarik bikin pabrik karena order komponen besar," kata Baki dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 28 November 2012.

PT GEM akan bekerja sama dengan Asosiasi Karoseri Indonesia (Askrindo) untuk menyelenggarakan pameran ini. Wakil Ketua Umum Askrindo Gregory Hatibie mengatakan pameran ini akan semakin menggenjot pertumbuhan industri karoseri Indonesia yang terus menunjukkan peningkatan.

"Karoseri di Indonesia tetap penting karena jumlah angkutan penumpang, seperti bus, minibus, angkutan barang, dan bahkan pemadam kebakaran, semakin dibutuhkan. Prospek bisnis industri ini sangat baik karena terus tumbuh," kata Gregory.

Setidaknya 1.000 peserta akan ambil bagian dalam pameran ini. Jumlah ini naik 20 persen dari jumlah exhibitor tahun lalu. Penyelenggara menargetkan 60 ribu pengunjung hadir dalam pameran ini. Sayangnya, baik PT GEM maupun Askrindo menolak menyebutkan target nilai transaksi dari pameran ini.

IIBT 2013 akan menampilkan teknologi terbaru dari mesin bus, truk, dan kendaraan niaga. "Target market-nya tentu dari industri konstruksi, pertambangan, pertanian, kehutanan, logistik, dan kendaraan transportasi umum," kata Baki.

 

ANANDA TERESIA

Berita lain: Pengganti BP Migas Berlogo Baru, Berapa Biayanya? Rupiah Tembus di Bawah 9.600   McLaren Buka Showroom di Indonesia Pasokan Premium Habis, Pegawai SPBU Gelar Rujakan   Tiga Proyek Prioritas Akan Integrasikan Transportasi ASEAN  

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi