Imbas Krisis Eropa, Honda Inggris Pangkas Karyawan
Reporter: Tempo.co
Editor: Retno Endah Dianing Sari
Jumat, 11 Januari 2013 21:53 WIB
REUTERS/Tyrone Siu

TEMPO.CO, Swindon - Krisis Eropa kembali memangsa korban. Kali ini pabrik Honda di Swindon, Inggris. Pabrik Honda yang mempekerjakan 3.500 karyawan ini mengabarkan akan memangkas 800 pekerjanya. Padahal pabrik di Barat Daya Inggris yang sudah berproduksi sejak 1992, tidak pernah memangkas karyawannya.

Namun melemahnya permintaan mobil di beberapa wilayah Eropa, seperti Spanyol, Italia dan Yunani membuat pabrik ini mengurangi pekerjanya. Sejak lemahnya pasar Zona Eropa , penjualan otomotif telah susut hingga sejuta unit lebih. Hal ini memaksa Honda mengurangi karyawannya.

Ken Keir, wakil presiden eksekutif Honda Motor Eropa, mengatakan lemahnya pasar yang terus menerus di pasar Eropa membuat perusahaan perlu menata ulang struktur bisnis. Menurutnya, Honda tetap berkomitmen jangka panjang untuk operasional Inggris dan manufaktur Eropa. "Namun, permintaan yang melemah terus menerus mengharuskan kami mengambil keputusan yang sulit," ujarnya.

Honda UK Manufactur akan berkonsultasi dengan sejumlah rekan kerja untuk mempertimbangkan perubahan ini, Terutama usulan mengurangi 800 pegawai pada musim semi tahun ini. Keir menambahkan, pihaknya sedang mengatur konstitusi bisnis dengan tepat untuk menjamin stabilitas jangka panjang dan tetap aman. Honda mengatakan pejabat serikat buruh telah diberitahu tentang rencana ini. Para buruh di pabrik Swindon juga diajak berdiskusi usai pengumuman.

Pabrik di Swindon memiliki kapasitas produksi 250.000 unit setahun. Dengan investasi mencapai lebih dari 2 miliar pounds sterling alias sekitar Rp 3,1 triliun. Tahun lalu, produksinya hanya sekitar 150.000, karena lemahnya permintaan. Sepertiga dari produksinya ini dijual di pasar Inggris. Sisanya diekspor ke 26 negara, terutama di Eropa. Mobil-mobil yang  diproduksi pabrik ini antara lain adalah model Jazz, Civic dan CR-V .

NUR ROCHMI | TELEGRAPH

#Industri Otomotif
#Honda

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi