Suzuki Takluk di Amerika
Reporter: Tempo.co
Editor: Yandi M rofiyandi TNR
Senin, 4 Maret 2013 04:32 WIB
Suzuki Logo (Dok. Suzuki)

TEMPO.CO, California--Setelah 30 tahun, pabrikan otomotif asal Jepang Suzuki akhirnya takluk. Jumat kemarin, Pengadilan Kepailitan di Santa Ana, California menyetujui pengajuan pailit dan rekstruktruisasinya pada 31 Maret nanti.

Suzuki Amerika mengaukan 11 bab perlindungan kebangkrutan pada 5 Nvember lalu. Pengajuan pailit ini akan membuat divisi otomotif, ATV dan mesin kapal keluar dari Suzuki Motor of America,. Suzuki Amerika akan berhenti setelah menjual stok kendaraan yang masih tersisa di dealer. Juru bicara Suzuki mengatakan, tak tahu persis jumlah kendaraan yang tersisa di dealer dealer. Bulan lalu, penjualan mereka mencapai 1.764 unit.

Suzuki akan tetap melayani garansi. Sebagian besar dari 219 dealer akan tetap menyediakan suku cadang dan service bagi pelanggan. Desember lalu, 213 dealer Suzuki yang tersisa sepakat untuk menghentikan operasi dan ditukar dengan tunai. Dana pertukaran itu mencapai lebih dari US $ 40 juta. Dealer terbesar menerima lebih dari US $ 1 juta, sedangkan yang terkecil menerima sekitar US $ 25.000.

Penjualan Suzuki di AS perlahan susut. Pada 2007, penjualan hanya mencatatlebih dari 100 ribu unit. Tahun lalu, penjualan mobil mencapai 25.357 unit.

Krisis keuangan pada 2008 menekan penjualan, karena pembatasan pinjaman kredit. Jumlah dealer juga bertumbangan. Sebelum krisis, ada lebih dari 500 dealer, namun menjelang usul pailit, dealer tinggal 220 unit. Ragam model otomotif Suzuki di AS juga menyusut, sehingga mengalihkan perhatiannya ke pasar di luar Amerika Utara, seperti India.

Tekanan mencapai puncaknya pada 2011 dan 2012 karena nilai tukar yang tidak menguntungkan antara yen dan dolar AS. Tahun lalu, Suzuki memangkas pos pengeluaran pemasaran dan pengembangan produk. "Kami terus mengalami defisit," kata Osamu Suzuki, Chairman Suzuki Motor Corp, usai mengajukan pailit November lalu.

Menurut Osamu, perusahaan mencoba tetap fokus dengan model mobil kecil, "Tapi produk kami tidak selalu sesuai dengan permintaan pasar Amerika," ujarnya. "Dengan mempertimbangkan masalah nilai tukar dan fakta tak memiliki prospek untuk membuat kendaraan besar, saya pikir sangat kecil untuk tetap bertahan," kata dia. Simak info otomotif lainnya di sini.

AUTONEWS | NUR ROCHMI

Baca juga:Mobil Gof Ini Lebih Mahal dari PorscheGara-gara Gadget, Banyak Remaja Tewas di JalananGeneral Motors Tingkatkan Produksi Mobil HybridPermak Desain, Chery Bajak Insinyur Porsche

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi