Pasar Meningkat, Datsun Produksi 40 Ribu LCGC  
Reporter: Tempo.co
Editor: Rachma Tri Widuri Staf Redaksi
Jumat, 7 Februari 2014 10:20 WIB
Produk terbaru mobil Datsun yaitu Datsun Go+ diperkenalkan dalam peluncurannya di Jakarta, (17/9). Mobil MPV termurah ini siap bersaing di pasar otomotif Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan mobil tahun ini diprediksikan akan mencapai 1,3 juta unit. Mobil murah dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) akan menjadi faktor yang memicu peningkatan penjualan mobil. Salah satu produsen LCGC, Datsun Go, menyatakan akan memproduksi setidaknya 40 ribu unit LCGC tahun ini.

"Kapasitas produksi kami 40 ribu per tahun. Jadi, kami siap memproduksi 40 ribu, bisa bertambah dan bisa berkurang tergantung permintaan. Ini langkah untuk mengantisipasi padatnya segmen ini," kata Manajer Pemasaran Datsun Go, Yuda Anggoro Resigama, kepada Tempo di Jakarta, semalam. (Baca: Pro Kontra Mobil Murah, 2014 Datsun Tetap Meluncur)

Menurut dia, Datsun Go baru akan dipasarkan pertengahan tahun depan. Walaupun terkesan telat dibandingkan kompetitor, Yuda yakin Datsun Go akan menarik konsumen dan membentuk pasar baru di segmen LCGC. "Kami menawarkan fitur baru sebagai kelebihan di mana kapasitas penumpang yang ditawarkan five plus dua. Bagasi kami juga luas, ini akan membuka segmen baru di LCGC," katanya.

Harga yang berkisar pada Rp 80-100 juta, kata dia, juga akan menjadi faktor yang menarik konsumen untuk membeli LCGC. Pada 2016, unit usaha dari PT Nissan Motor Indonesia ini menargetkan bisa memproduksi 80 ribu unit LCGC per tahun.

Lembaga riset global, Frost & Sullivan memprediksi LCGC akan menjadi pelecut untuk meningkatkan sektor otomotif Indonesia. Investasi industri otomotif Indonesia diperkirakan meningkat sebesar 13 persen. LCGC diprediksi dapat menarik 130.000 tenaga kerja baru, dimana 30.000 diantaranya merupakan tenaga kerja langsung dan 100.000 dilibatkan dalam lokakarya.

"Plafon harga program LCGC diperkirakan akan membuka pintu masuk baru bagi segmen konsumen pembeli mobil pertama (first time buyer) dengan daya beli yang terbatas," kata . Vice President, Automotive and Transportation Practice Asia Pasific Frost & Sullivan, Vivek Vaidya.

Vaidya juga mengatakan LCGC berpeluang untuk memberikan kontribusi pada sektor ekspor otomotif Indonesia dengan adanya permintaan terhadap mobil model tersebut di pasar-pasar berkembang seperti Asia, Afrika dan Amerika Latin.

Saat ini Datsun juga tengah mempersiapkan pabrik di Cikampek, Jawa Barat. Pabrik tersebut pada awalnya akan dioperasikan untuk produksi Datsun. Namun tidak menutup kemungkinan jika terjadi ekspansi pada Nissan, maka pabrik itu akan dioperasikan juga untuk memproduksi mobil Nissan lainnya.

ANANDA TERESIA

Baca juga:Hanya Jokowi yang Masuk Kriteria Capres HabibieDi Mata Najwa, BJ Habibie Tak Kenal Rhoma IramaAnas Sebut Ada Perintah Politik SBY Soal CenturyIni Model yang Diduga Selingkuhan Bill Clinton

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi