Peugeot-Dongfeng Sepakat Tambah Modal US$ 5,5 M  
Reporter: Tempo.co
Editor: Abdul Malik
Kamis, 13 Februari 2014 12:02 WIB
Konsep mobil Supercar Peugeot Onyx saat dipamerkan dalam acara Paris Auto Show, Perancis, 27-9, 2012. REUTERS/Jacky Naegelen

TEMPO.CO, Paris - Pabrikan otomotif asal Prancis, PSA Peugeot Citroen, telah mencapai kesepakatan dengan Dongfeng Motor Corporation, pabrikan mobil asal Cina, dalam soal penambahan modal senilai 4 miliar euro (US$ 5,5 miliar). Menurut beberapa sumber Reuters, tambahan modal itu akan memperdalam kerja sama kedua perusahaan itu.

Seperti dilansir Reuters, Kamis, 13 Februari 2014, perjanjian itu dijadwalkan akan dipresentasikan kepada dewan direksi Peugeot pada 18 Februari mendatang, berbarengan dengan penandatangan nota kesepahaman.

Bisnis Peugeot babak belur akibat anjloknya pasar Eropa seiring krisis di kawasan itu dalam beberapa tahun terakhir. Peugeot melanjutkan bisnisnya dengan jaminan 7 miliar euro dari pemerintah Prancis. Kini Peugeot membutuhkan dana segar untuk mengoperasikan bisnisnya. (Baca juga : Peugeot Rugi Rp 64,5 Triliun Tahun Lalu)

Penjualan saham Peugeot kepada Dongfeng dan pemerintah Prancis akan membuat perusahaan bisa bertahan setelah sebelumnya gagal mencapai kesepakatan dengan General Motors, pabrikan mobil asal Amerika Serikat. (Lihat juga : SBY Ingin Beli Mobil Hemat BBM)

Rencana kerja sama bisnis itu akan membuat Peugeot dan Dongfeng memperluas usaha patungannya, termasuk meningkatkan kerja sama penelitian dan pengembangan. Langkah itu seiring dengan target Peugeot untuk berekspansi di pasar Asia Tenggara.

Peugeot telah melakukan pembicaraan dengan Dongfeng selama berbulan-bulan untuk meyakinkan bahwa Dongfeng dan pemerintah Prancis mendapatkan jatah saham yang sama di Peugeot, yakni 14 persen.

REUTERS | ABDUL MALIK

Terpopuler :Toyota Tarik 1,9 Juta Unit Prius di Seluruh Dunia  Porsche Yakin Penjualan 200 Ribu Tercapai di 2015  Tahun ini Persaingan Pasar Otomotif Makin SengitPorsi Ekspor LCGC Ditambah hingga 30 Persen

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi