Alasan Pasar Mobil Sedan Seret di Indonesia  
Reporter: Tempo.co
Editor: Rini Kustiani
Selasa, 16 September 2014 04:52 WIB
PT Tata Motor Distribusi Indonesia meluncurkan 3 mobil terbarunya di Jakarta, (10/9). Tiga mobil baru tersebut adalah Tata Vista untuk kelas hatchback, Tata Aria untuk kelas MPV dan Tata Safari Storme unutk kelas SUV. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongki Sugiharto mengungkapkan penyebab pasar mobil sedan lesu di Indonesia. Menurut Jongki, penyebab utama produsen otomotif enggan memproduksi mobil sedan di Indonesia karena enggan dikenai pajak barang mewah yang tinggi.

"Itu sebenarnya yang menjadi penyebab kenapa sedan tak berkembang," ujar Jongki kepada Tempo saat dihubungi, Senin, 15 September 20013. Bagi kalangan industri, sebelum memutuskan akan memproduksi mobil jenis apa, mereka akan melihat potensi pasar yang ada di Indonesia terlebih dahulu. Ketika potensi pasar itu bisa terbaca, barulah mereka berpikir untuk melihat potensi pasar ekspor.

Pengamat otomotif, Suhari Sargo, tak mempersoalkan jika Indonesia masih menjadi basis produksi mobil multi purpose vehicle (MPV). Suhari mengatakan produsen mobil tentunya berpikir untung-rugi. "Kalau lakunya di Indonesia MPV, kenapa harus memproduksi sedan," kata dia.

Apalagi, di beberapa negara Eropa produsen mobil juga sudah mempunyai pabrik untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Produsen-produsen mobil Eropa itu bahkan sudah sejak lama melakukan penetrasi di Indonesia dengan memasukan sport utility vehicle (SUV). "SUV ini hampir cocok di Indonesia karena dia tinggi, tahan terhadap banjir, kuat dengan kondisi jalan di Indonesia," kata Suhari.

Kebijakan industri otomotif di Indonesia menghadapi dilema antara menjadi ikan kecil di kolam yang besar atau menjadi ikan besar di kolam kecil. Artinya, apakah Indonesia akan tetap memproduksi mobil jenis multi purpose vehicle (MPV) yang sangat laku di pasar dalam negeri, tapi kurang untuk pasar Eropa. Padahal, Eropa merupakan pasar mobil terbesar di dunia. Sebaliknya, apakah industri otomotif akan memproduksi mobil sedan yang potensi pasarnya sangat besar di Eropa, tapi kurang laku di Indonesia.

AMIR TEJO

Topik terhangat:Koalisi Jokowi-JK | Ahok dan Gerindra | Pilkada oleh DPRD | IIMS 2014

Berita terpopuler lainnya:Ahok Minta Lulung Diam, tapi Ada SyaratnyaSBY Bingung Disalahkan Soal RUU Pilkada
Koalisi Merah Putih Jalani Strategi Bumi HangusMenelisik Pengurusan Pelat Nomor Cantik Mobil Mewah

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi