Dibanderol Rp 1,1 Miliar, Apa Istimewanya BMW X4?  
Reporter: Tempo.co
Editor: Dewi Rina Cahyani
Sabtu, 20 September 2014 06:50 WIB
BMW X4 pada pameran AMI Auto Show 2014 di Leipzig, Jerman, 30 Mei 2014. Jens Schlueter/Getty Images

TEMPO.CO , Jakarta: PT BMW Indonesia siap meluncurkan varian teranyar All New BMW X4, yang merupakan gabungan karakter Sport Activity Vehicle (SAV) dan Sportif dari klasik cuope. Peluncuran dilakukan pada Jumat, 19 September 2014 di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014. (Baca : Tiga Warna Mini Cooper S Terbaru Tampil di IIMS)

Presiden Direktur BMW Grup Indonesia, Karen Lim, mengatakan mobil itu memiliki berbagai kemewahan, gaya dan fleksibilitas. "Mobil itu bernama All-New BMW X4," kata dia di Jakarta International Expo.

Varian baru ini, kata Karen, akan mengikuti kesuksesan SAC pertama kali dari BMW X6 yang diluncurkan 2008. Mobil laku 250.000 unit di seluruh dunia. "Saya yakin All-New BMW X4 bisa sukses di kelas premium menengah." ujar Karen.

Mobil yang dibanderol dengan harga Rp 1,108 miliar itu memiliki kapasitas 1.997 cc dengan mesin bensin empat-silinder in-line BMW TwinPower Turbo, High Precision Direct Injection, Double-Vanos Variable camshaft control dan pengaturan waktu melalui variabel Valvetronic.

All-new BMW X4 xDrive28i M Spori ini memiliki empat silinder turbocharged 245 horsepower (hp) dan bisa melaju hingga 100 kilometer per hour (km/h) dengan waktu 6,4 detik. "Konsumsi bahan bakar hanya 14,3 km per liter yang ramah lingkungan dengan emisi karbondioksida sebesar 162 gram dalam 1 km." kata Karen.

Interiornya, kata Karen, dilengkapi dengan permukaan sentuh-sensitif dari iDrive Touch Controller. "Jadi pengemudi atau penumpang dapat menggunakan jari mereka untuk mengetik teks dan BMW Navigation System."

HUSSEIN ABRI YUSUF

Berita TerpopulerMercy Buatan Indonesia, Harga Rp 2 Miliar  Harga LCGC Naik, Pemerintah Isyaratkan Lampu Hijau  Datsun Pajang Redi-Go Concept di IIMS 2014Tiga Warna Mini Cooper S Terbaru Tampil di IIMS  Harga Mobil Murah LCGC Bakal Jadi Mahal  

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi