Bosch Indonesia, Catat Angka Penjualan Total Rp1,6 Triliun
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Jumat, 26 Juni 2015 22:02 WIB
Model berpose untuk foto dengan mobil Citroen Divine, DS PSA Peugeot Citroen, di acara peluncurannya di Paris, Prancis, 4 September 2014. Produk tersebut diluncurkan Peugeot Citroen untuk mendongkrak nilai penjualan unit Citroen yang terbilang rendah dibandingkan produsen lain. Simon Dawson/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Bosch Indonesia, perusahaan penyedia layanan dan teknologi otomotif, mengakhiri tahun fiskal 2014 dengan mencatat angka penjualan terkonsolidasi di Tanah Air sebesar Rp1,6 triliun.

Perusahaan tersebut membukukan pertumbuhan penjualan yang cukup besar mencapai 44% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

Ralf von Baer, Managing Director Bosch Indonesia, mengatakan kenaikan tersebut terjadi berkat performa yang bagus di semua sektor bisnis, khususnya di sektor mobility solutions.

“Walaupun pertumbuhan pasar 2014 lemah, tetapi pertumbuhan ekonomi dan daya beli di Indonesia tetap memberi banyak peluang bagi Bosch, khususnya di bisnis otomotif, sistem keamanan dan power tools,” katanya dalam siaran pers, Jumat, 26 Juni 2015.

Menurutnya, Bosch Indonesia yakin mampu mempertahankan momentum pertumbuhan tahun depan dengan dukungan tenaga kerja perusahaan yang mencapai lebih dari 200 karyawan hingga April 2015.

Dia menjelaskan Bosch terus memperluas jaringan operasi untuk semakin dekat kepada pasar dengan strategi antara lain pada awal tahun ini berinvestasi untuk kantor baru di Bali dan berencana menambah lagi di berbagai daerah di Indonesia.

“Komitmen ini menunjukkan keyakinan kami pada pasar di Indonesia. Tahun ini kami berharap pertumbuhan terus berlanjut sebagai hasil dari peningkatan permintaan produk inovatif kami,” ujarnya.

Bosch Indonesia bergerak di 4 sektor bisnis, yaitu mobility solutions, industrial technology, consumer goods, dan energy and building technology, yang memiliki 7 kantor di Tanah Air.

Adapun kantor terbarunya dibuka pada Januari 2015 untuk mendukung pertumbuhan industri konstruksi dan pariwisata di Bali.

BISNIS

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi