Penjualan Ritel Mercedes Benz Indonesia Diklaim Naik 19%
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Kamis, 13 Agustus 2015 22:00 WIB
Mercedez Benz SLS AMG dalam Indonesia Internatoinal Motor Show (IIMS). Jakarta (26/7). TEMPO/Dinul Mubarok

TEMPO.CO, Jakarta -Mercedes Benz Indonesia mengklaim penjualannya secara ritel pada periode Januari-Juli 2015 naik sekitar 19% dari periode yang sama tahun lalu.

Penaikan tersebut cukup signifikan di tengah total penjualan ritel mobil yang menurun sekitar 15%. Berdasar data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan total periode Januari-Juli 2015 tercatat 595.721 unit, sedangkan capaian tahun lalu sekitar 703.055 unit.

Deputy Director Sales Operation Mercedes Benz Passenger Cars Donald Rachmat menyatakan pada 7 bulan pertama tahun ini pihaknya berhasil membukukan penjualan sekitar 1.800 unit. Sedangkan Januari hingga Juli tahun lalu sekitar 1.500 unit.

“Kami optimistis bisa mempertahankan peningkatan penjualan pada semester kedua tahun ini,” katanya, Rabu, 12 Agustus 2015.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat penjualan pihaknya terdongkrak dan mendorong optimisme mempertahankan hal itu pada paruh kedua tahun ini. Pertama terkait dengan siklus produk. Pada 2014 Mercedes Benz Indonesia banyak meluncurkan produk di semester kedua.

Hal ini membawa dampak positif pada penjualan di semester pertama tahun ini karena merangsang minat beli konsumen. Selain itu, ada beberapa produk yang dirakit di Indonesia sehingga memudahkan pasokan ke diler dan mengurangi inden.

Di sisi lain, tahun ini pabrikan asal Jerman tersebut banyak meluncurkan produk di paruh pertama yang diharapkan berdampak pada penjualan di sepanjang semester II/2015. Kedua, pihaknya dari awal tahun ini berusaha lebih dekat dengan konsumen salah satunya melalui test drive.

Ketiga, Mercedes Benz melakukan penambahan dua diler pada akhir tahun lalu sehingga total menjadi 20 unit diseluruh Indonesia.

Kenaikan HargaDonald mengakui pihaknya akan mengatrol harga, merespons Peraturan Menteri Keuangan No 132/PMK. 010/2015 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Keuangan No 213/PMK. 011/2011 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor, yang memuat kenaikan bea masuk mencapai 10% untuk semua jenis kendaraan roda empat dan lebih.

“Kami akan melakukan penyesuaian sebelum auto show untuk produk yang sudah dipasarkan sebelum peraturan itu berlaku. Sedangkan untuk produk baru yang dirilis setelah regulasi itu keluar harganya sudah kami sesuaikan,” ucapnya.

Dalam peraturan tersebut, terdapat keterangan bea masuk baru dikenakan pada produk impor completely knock down (CKD) ataupun completely built up (CBU). Menurut Donald, beleid itu akan berdampak signifikan pada produk CBU, sedangkan pada produk CKD akan tergantung padaparts impor.

Akan tetapi, lanjut dia, peraturan itu tidak akan terlalu berpengaruh pada penjualan pihaknya secara keseluruhan. Konsumen mobil premium dinilai memiliki daya beli yang lebih kuat. 

Di sisi lain, Donald mengatakan pihaknya masih akan memperkenalkan produk baru untuk merangsang pasar di ajang GIIAS 2015. Pihaknya pun baru mengeluarkan produk baru yaitu AMG GT S dan Maybach S Class.

AMG GT dibekali mesin bensin V8 biturbo AMG 3.982 cc yang merupakan tipe terbaru dari meain BlueDirect yang terbuat dari alumunium ringan. Mesin ini menghasilkan tenaga 510 hp dengan torsi maksimum 650 Nm.

Kendaraan ini mampu melesat dari 0-100 km/jam dalam waktu 3,8 detik dengan kecepayan tertinggi 310 km/jam. Mobil baru ini dibanderol Rp4,679 miliar.

Untuk Maybach S Class dilengkapi mesin bensin V8 biturbo 4.663 ccdengan tenaga mencapai 455 hp dengan torsi maksimum 700 Nm antara 1.800-3.500 rpm. Dengan mesin tersebut dapat melesat 0-100 km/jam dalam waktu 5 detik dengan kecepatan tertinggi 250 km/jam. Mobil ini dihargai Rp5,339 miliar.

BISNIS

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi