Mobil Berteknologi Ramah Lingkungan Dipromosikan Bertahap  
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Minggu, 30 Agustus 2015 17:26 WIB
Pegawai park24 mengisi baterai Toyota skuter listrik, i-ROAD di Tokyo, Jepang, 22 April 2015. i-ROAD yang memiliki panjang 2,3 meter dan tinggi 1,4 meter tersebut, mampu melaju hingga kecepatan 59,2 km/jam dan berjalan sejauh 48 kilometer dalam kondisi baterai penuh. (Akio Kon/Bloomberg/Getty Images)

TEMPO.CO, Jakarta - Toyota Astra Motor (TAM) berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mempromosikan teknologi ramah lingkungan untuk masyarakat Indonesia secara bertahap mulai dari kendaraan bermesin Dual VVT-i yang irit bahan bakar hingga hibrid.

Direktur Pemasaran TAM Rahmat Samulo menjelaskan, selain memiliki kendaraan ramah lingkungan bermesin hibrid, fuelcell hidrogen dan listrik, Toyota juga memiliki Grand New Avanza dan Veloz bermesin Dual VVT-i baru yang irit bahan bakar sehingga minim emisi.

"Sebenarnya produk hijau kami bukan hanya yang bermesin hibrid, hidrogen dan listrik, tapi dalam produk baru kami, Grand New Avanza, yang menggunakan mesin baru Dual VVT-i juga ramah lingkungan karena konsumsi bahan bakar yang irit," kata Rahmat Samulo di ICE-BSD, Tangerang, Banten, Sabtu malam, 29 Agustus 2015.

"Itu salah satu upaya Toyota secara bertahap untuk memperkenalkan teknologi hijau secara perlahan. Jadi tidak secara langsung mengarah ke teknologi hibrid," kata Rahmat Samulo.

Namun Rahmat Samulo menjelaskan proyek mobil hibrid akan terus dilaksanakan kendati segmen kendaraan hibrid tidak seluas pada mobil bermesin konvensional atau Dual VVT-i.

"Agak sulit untuk mengatakan kalau semua kendaraan bisa hibrid. Sulit mengatakan itu karena ada studi yang rumit untuk menetukan tipe kendaraan yang bisa menggunakan hibrid," kata Rahmat.

Saat ini Toyota memiliki tiga kendaraan hibrid diantaranya Toyota Prius, Camry Hibrid, dan Alphard Hibrid. Ada juga Toyota Mirai berbahan bakar hidrogen dan i-Road berpenggerak listrik.

ANTARA

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi