Ekspor Sepeda Motor Melonjak, Ini Merek yang Paling Laris
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Senin, 14 September 2015 16:26 WIB
TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Ekspor sepeda motor pada periode Januari-Agustus 2015 mencapai 123.790 unit. Ini tergolong lonjakan sangat tinggi dibanding kurun waktu yang sama tahun lalu yang hanya 9.000 unit. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), capaian ekspor pada delapan bulan pertama tahun ini pun melampaui periode 2013 dan 2014.

Pada 2013 total ekspor hanya tercatat 27.135 unit. Jumlah itu berkontribusi hanya 0,35 persen dari total penjualan sepeda motor di tahun tersebut yang menembus 7,7 juta unit. Pada 2014 jumlah ekspor bertumbuh tak signifikan menjadi  41.764 unit. Pencapaian itu hanya berkontribusi 0,53 persen dari total penjualan yang menapak jumlah 7,9 juta unit.

Sedangkan pencapaian ekspor pada Januari-Agustus 2015 berkontribusi mencapai  2,85 persen terhadap total penjualan yang menjejak angka 4,34 juta unit.

Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata mengatakan, tahun depan Indonesia bisa menyusul Thailand. Di Thailand, menurutnya, ekspor sepeda motor sudah berimbang dengan pasar domestik. “Ke depan Indonesia bisa menyusul ekspor Thailand yang sudah 50:50,” katanya,  Minggu 13 September 2015.

Selama ini angka ekspor sangat kecil karena sangat tergantung keputusan prinsipal. Di sisi lain, di negara-negara lain pun sudah ada pabrik yang didirikan prinsipal.  Thailand bisa menggenjot jumlah ekspor, lanjut dia, karena harus memenuhi pasar di negara-negara yang secara gografis lebih dekat seperti Kamboja, Laos dan Vietnam. “Karena secara wilayah mereka berdekatan sehingga ongkos pengiriman bisa ditekan,” ujarnya.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala menyebut lonjakan ekspor tahun ini terjadi karena tiga pabrikan yaitu Honda, Yamaha, dan Suzuki berkomitmen memperluas pasar di luar Indonesia. Sigit menuturkan, tidak ada jumlah spesifik dari pemerintah maupun pihaknya terkait target ekspor tahun ini.

Dia melanjutkan, pemerintah hanya mengimbau pabrikan untuk menggenjot ekspor karena pasar dalam negeri sudah kuat. Imbauan tersebut ternyata mendapatkan tanggapan positif dari pihak prinsipal. “Prediksi saya jumlah ekspor bisa berkontribusi sekitar 3 persen - 4 persen dari total penjualan,” katanya kepada Bisnis dalam kesempatan berbeda.

Sigit menambahkan jika grafik positif ini bisa ditingkatkan secara bertahap, dua tahun mendatang angka ekspor bisa mencapai kisaran 10 persen-15 persen dari total penjualan. Jika dilihat ekspor per merek, pada Januari-Agustus 2015 didominasi Yamaha yang mencapai 82.641 unit.

Kontributor terbanyak kedua adalah Suzuki 15.597 unit. Sedangkan Honda 9.664 unit, Kawasaki 6.497 unit dan TVS sebanyak 9.391 unit. Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Dyonisius Beti mengatakan, tahun ini pihaknya akan mengekspor hingga 100 ribu unit dalam bentuk terurai (CKD) dan utuh (CBU).

Namun dia tidak bisa memastikan besaran persentase kendaraan yang diekspor secara CBU. Hal ini dikarenakan permintaan di setiap negara berbeda-beda tergantung dari regulasi yang berlaku di negara tujuan ekspor tersebut. “Sebagian besar masih ke negara di kawasan Asia Tenggara segmen skuter matik (skutik). Dan eskpor itu tergantung regulasi dan permintaan di negara tujuan,” tutur Dyonisius.

Digenjotnya ekspor Yamaha tahun ini merupakan hal yang telah direncanakan prinsipal sejak 3-5 tahun ke belakang. Sejak tahun lalu prinsipal Yamaha pun telah merencanakan ekspor CBU hingga 100 ribu unit pada 2017.

Tahun ini Yamaha berencana melakukan ekspor ke lebih dari 30 negara di luar kawasan Afrika. Mayoritas dari negara tujuan menetapkan regulasi ekspor dari Indonesia dalam bentuk CKD. Saat ini yang diekspor dalam bentuk CBU adalah Jupiter MX, Vixion, R15, R25, R3 dan kelak N Max.

Sangat memungkinkan bagi Yamaha untuk terus menggenjot ekspor. Hal ini mengacu pada dua kapasitas produksi pabrik yang dimiliki Yamaha yang bisa mencapai 3 juta unit per tahun. General Manager and Sales Roda Dua PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Yohan Yahya mengatakan, tahun ini pihaknya akan mengekspor 150 ribu unit dalam bentuk CKD dan CBU.

Dari jumlah tersebut, 30 ribu lebih diantaranya adalah Address di segmen skuter matik 110 cc. Jumlah ekspor Suzuki pun akan terus dikembangkan hingga mencapai 200.000 unit per tahun pada 2019.

“Ekspor ke negara Asean memang sudah dari dulu tapi kecil. Saat ini kebetulan permintaan di negara-negara maju akan sepeda motor ber-cc kecil meningkat karena kebutuhan transportasi jarak dekat,” tuturnya.

Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Margono Tanuwijaya mengakui ekspor tahun ini akan melaju kencang. Pasalnya, mayoritas agen pemegang merek serempak menggenjot ekspor besar-besaran.

Tahun ini penguasa pasar sepeda motor dalam negeri itu berkomitmen akan ‘melempar’ sekitar 30 ribu unit All New Beat ESP ke pasar Filipina. Tahun depan jumlahnya akan dikatrol mencapai kisaran 50 ribu unit masih dengan produk yang sama.

Margono mengakui jika pihaknya saat ini sedang melakukan studi terkait pasar di luar Filipina. Dia pun tak menyanggah jika kelak AHM akan mengekspor model selain Beat di segmen skuter matik. “Untuk ekspor ya kami ingin kembangkan terus. Tapi pasar dan modelnya masih proses studi dan belum bisa diinformasikan saat ini,” ucapnya.

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi