Jepang Gandeng 100 UKM Industri Otomotif  
Reporter: Tempo.co
Editor: Setiawan Adiwijaya
Kamis, 14 Januari 2016 04:14 WIB
TEMPO/Awaluddin R

TEMPO.COJakarta - Pemerintah Jepang menjalin kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dalam bussiness matching produk otomotif. Kerja sama ini sudah dilakukan sejak 2014.

Menurut Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta, Indonesia merupakan pasar otomotif yang menggiurkan bagi Jepang. Namun sebagian besar spare part (suku cadang) masih diimpor.

Untuk itu, Kementerian berusaha merangkul industri lokal untuk menyediakan suku cadang dari dalam negeri. "Targetnya 100 UKM sampai 5 tahun ke depan," kata Wayan di Jakarta, Rabu, 13 Januari 2016.

Tercatat lebih-kurang 1,2 juta mobil ada di pasaran Indonesia, sedangkan untuk motor sebanyak 12 juta. Namun, sayangnya, suku cadang rata-rata masih dari luar negeri. Untuk itu Indonesia menjalin kerja sama dengan Jepang.

Kerja sama ini didanai oleh pemerintah Jepang. Adapun Kementerian Koperasi dan UKM membiayai untuk bussiness matching dengan pihak Jepang. "Mereka ingin joint venture ke kita," ujarnya.

Hingga saat ini 50 pengusaha Indonesia telah diberangkatkan ke Jepang. Sebanyak 15 perusahaan juga sudah bermitra dengan Jepang untuk menyediakan suku cadang. Beberapa lokasi UKM yang sudah bekerja sama dengan Jepang di antaranya Karawang dan Semarang.

Untuk target tahun ini masih belum ditentukan jumlah yang akan diberangkatkan. Menurut Wayan, ini bergantung pada permintaan dari Jepang. Biasanya keberangkatan UKM akan dilakukan pada bulan April. Untuk menindaklanjuti kerja sama ini, wakil dari Jepang dikabarkan akan datang pada 20-21 Januari mendatang.

MAWARDAH NUR HANIFIYANI

#Industri Otomotif
#Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi