Sabuk Pengaman Bermasalah, Toyota Tarik 2,8 Juta Unit SUV  
Reporter: Tempo.co
Editor: Setiawan Adiwijaya
Jumat, 19 Februari 2016 05:14 WIB
Mobil Rav4 2013 yang merupakan mobil generasi keempat dari mobil SUV Crossover dari Toyota ini kini mempunyai tubuh yang lebih ramping dan ringan dibandingkan dengan generasi yang ke-3. forcegt.com

TEMPO.CO, Tokyo - Toyota me-recall (menarik untuk dilakukan perbaikan) sekitar 2,87 juta unit varian sport utility vehicle (SUV) secara global. Recall ini terpaksa dilakukan karena insiden tidak berfungsinya  sabuk pengaman (seat belts) di Kanada.

Dari 2,8 juta unit yang ditarik, sekitar 1,3 juta unit kendaraan mengaspal di Amerika Utara. Sekitar 625 ribu unit di Eropa, 434 ribu di Cina, 177 ribu di Jepang, dan 307 ribu unit di sejumlah negara.

Seperti dilansir dari laman Autonews.com yang mengutip Bloomberg, ada dua varian SUV yang ditarik dari peredaran, yakni model RAV4 yang diproduksi Juli 2005 dan Agustus 2014 serta SUV Vanguard yang diproduksi Oktober 2005 dan Januari 2016, yang hanya dipasarkan di Jepang.

Menurut keterangan manajemen Toyota, sabuk pengaman di dua model SUV itu tidak berfungsi sempurna dan berpotensi putus. "Sabuk pengaman itu bisa mendadak putus sehingga tidak bisa menahan pengemudi," kata Toyota.

Bob Carter, Senior Vice President Toyota, Desember lalu pernah menyatakan SUV model RAV4 sangat digemari konsumen di Amerika Serikat. SUV Toyota ini mampu mematahkan dominasi sedan Camry, yang selama lebih dari 14 merajai jalan di Amerika. Penjualan SUV Toyota diperkirakan menjadi yang terbesar dalam 5 tahun ke depan.

Recall varian SUV diperkirakan bakal mempengaruhi pasar Toyota di Amerika. Produsen mobil terbesar di Jepang ini memang tengah menghadapi masalah recall.  Sebelumnya, Toyota telah menarik 24 juta unit karena masalah kantong udara buatan pabrik Takata Corp.

SETIAWAN ADIWIJAYA

#Industri Otomotif
#Toyota
#Jepang

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi