Penjualan Truk Menurun, Hino Genjot Penjualan Bus
Reporter: Tempo.co
Editor: Nunuy nurhayatiTNR
Selasa, 8 Maret 2016 16:39 WIB
Pekerja melakukan pengecekan terhadap mesin truk saat menyelesaikan perakitan di pabrik perakitan truk Hino Indonesia Manufacturing, Purwakarta, Jawa Barat, 19 Maret 2015. Target Penjualan Tahun 2015 Kategori Truk Sedang (Hino Ranger) 65% Market Share dimana ditahun 2014 mencapai 60.34% market share. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan penyedia kendaraan komersial PT Hino Motors Sales Indonesia akan menggenjot penjualan bus. "Tahun ini kami akan mengembangkan penjualan segmen mikrobus dan big bus," tutur Presiden Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia Hiroo Kayanoki saat media gathering di Jakarta, Selasa, 8 Maret 2016.

Hiroo mengatakan pasar kendaraan komersial tengah mengalami penurunan. Bahkan saat ini penjualan di sektor truk tambang turun drastis. Ini terjadi karena lesunya industri pertambangan di Indonesia. Apalagi berdasarkan laporan Hino pada Januari lalu. Penjualan anjlok hingga 23 persen.

Menurut Hiroo, bisnis bus biasanya akan diminati saat Lebaran dan akhir tahun. Karena itu, pada tahun ini Hino menargetkan penjualan bus bakal digenjot. Saat ini kontribusi Hino terhadap jumlah bus di Indonesia baru 8 persen dari total bus yang ada di Indonesia. "Karena itu kami keluarkan bus kecil dan besar," katanya.

Hiroo mengatakan ada permintaan dari para pengusaha bus untuk memasok bus dengan ukuran kecil. Menurut dia, bus kecil lebih dinamis dan dapat mengantarkan penumpang lebih cepat dan efisien.

Data penjualan secara retail, pasar kendaraan komersial untuk kelas medium duty truck mengalami penurunan sebesar 27 persen dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu, Hino mencatatkan penjualan 17.605 unit padahal sebelumnya lebih dari 23 ribu unit.

Menurut Hiroo, tahun lalu industri mobil komersial mengalami kelesuan. Namun untuk segmen light duty truck, Hino mencatatkan penjualan yang gemilang. Pada 2015, ia berhasil menjual 11.158 unit truk dengan meraup share market sebanyak 17,2 persen.

Director Sales and Promotion Hino Sanyiko Wardoyo menambahkan, bisnis pertambangan di Indonesia mengalami lonjakan produksi pada 2012. Namun di tahun-tahun berikutnya, industri tambang turun drastis. Hal ini mengakibatkan penjualan truk di sektor tambang turun.

"Tahun ini kami targetkan 25,3 ribu kendaraan," kata Sanyiko. Menurutnya, jumlah itu adalah target tahun lalu yang tak tercapai. Namun dia belum bisa menargetkan penjualan bus pada tahun ini.

AVIT HIDAYAT

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi