Sejumlah Pengusaha Otomotif Revisi Target Penjualan
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Jumat, 1 Juli 2016 23:00 WIB
Ferrari 599 GTO (Gran Turismo Omologata) mobil balap versi jalan raya ini menjadi salah satu mobil paling laris yang diburu para pecinta otomotif. Menjadi salah satu mobil tercepat di Ferrari, 599 GTO menggunakan mesin V12 berkapasitas 6.000 cc yang diketahui dapat berakselerasi dari diam sampai 100 km/jam hanya dalam waktu 3,4 detik saja. uncrate.com

TEMPO.CO, Jakarta - Belum pulihnya kinerja penjualan kendaraan hingga 5 bulan pertama tahun ini dijadikan alasan bagi pelaku bisnis untuk bersikap lebih rasional dengan merevisi target yang ditetapkan.

Geliat infrastruktur dan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai tak cukup mendongkrak kinerja penjualan. Tak hanya kendaraan segmen niaga, kendaraan penumpang juga tak lepas dari dampak lemahnya daya beli masyarakat yang berlangsung sejak tahun lalu.

“Kondisi pasar sekarang belum berkembang, volume menurun. Kami sedang menghitung lagi semua produk untuk merevisi target,” kata Head of Mitsubishi Motors Sales Group Imam Choiru Cahya, Rabu (29 Juni 2016).

Hanya saja, Imam belum bersedia memberikan pemaparan terkait angka rasional atau kisaran yang menjadi target baru perusahaan. Tahun ini, perusahaan tersebut menargetkan capaian penjualan sebanyak 80.000 unit, meningkat sekitar 4% dari realisasi penjualan tahun lalu yang berada pada kisaran 77.000 unit. Sebelumnya, produsen kendaraan niaga PT Isuzu Astra Motor Indonesia juga telah berencana melakukan hal yang sama.

Perusahaan itu akan mengoreksi target penjualan yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 24.000 unit. Keputusan Isuzu untuk mere visi target ini terbilang wajar, mengingat hingga bulan kelima tahun ini kinerja penjualan kendaraan niaga belum mengalami pe mulihan. Sementara 75% penjualan Isuzu ditopang oleh kendaraan jenis ini. Merek premium pun tak lepas dari kelesuan pasar.

National Sales Manager Audi Indonesia, Yong ki mengatakan koreksi tar get penjualan kendaraan telah di prediksi banyak kalangan sejak jauh-jauh hari.

“Ini memang sudah kami pikirkan dan prediksi. Hanya memang masing-masing merek berkelit dan berusaha untuk mendapat angka penjualan yang sama dari tahun lalu. Lebih dari itu agak sulit,” ujarnya.

CUKUP SULIT

Pabrikan asal Jerman ini meskipun mengaku cukup sulit, tetap berupaya untuk mampu meraih kinerja penjualan setara dengan capaian tahun lalu, yakni sebanyak 204 unit.

Target Audi itu rasanya akan sulit terealisasi. Melihat data penjualan selama 5 bulan terakhir, Audi hanya menorehkan angka 35 unit, turun sangat tajam dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni sebanyak 87 unit.

“Kami sebisa mungkin akan bertahan.”

Pabrikan asal Jepang lainnya, Mazda bahkan sampai saat ini belum menentukan target penjualan.

Astrid Ariani Wijana, Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia berkelit kondisi ekonomi masih menjadi alasan perusahaan untuk memantau pergerakan pasar sebelum menentukan angka.

“Selain itu, kami juga ada kendala di pasokan, karena kami semua impor langsung dari Jepang. Kalau distribusi terhambat penjualan juga menurun,” kilahnya.

Sementara itu, Gabungan In dustri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) masih bertahan pada target awal yakni penjualan kendaraan mencapai 1,05 juta unit pada sepanjang tahun ini, naik tipis dari capaian tahun lalu yang sebanyak 1,01 juta unit.

“Target tidak akan kami ubah, tidak akan melakukan revisi karena masih sejalan dengan prediksi. Kami nilai kondisi penjualan stabil,” kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi.

Dia menjelaskan, jika setiap bulannya penjualan kendaraan mencapai kisaran 88.000 unit hingga 90.000 unit maka hingga akhir tahun nanti total penjualan akan mencapai di atas 1 juta unit.

Mengacu data Gaikindo, total penjualan pada Januari-Mei mencapai 440.466 unit atau rata-rata 88.093 per bulan. Jika kondisi penjualan stabil, maka dalam satu tahun setidaknya penjualan mobil akan mencapai 1,057 unit.

BISNIS

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi