Calya dan Sigra Tandai Akuisisi Daihatsu oleh Toyota
Reporter: Tempo.co
Editor: Praga Utama TNR
Rabu, 3 Agustus 2016 18:00 WIB
Presiden Direktur Daihatsu Motor Company Masanori Mitsui (kiri) bersama Presiden Direktur Toyota Astra Motor Hiroyuki Fukui dalam peluncuran dua produk LCGC Toyota Calya dan Daihatsu Sigra di pabrik perakitan Daihatsu di Karawang, Jawa Barat, 2 Agustus 2016. TEMPO/PRAGA UTAMA

TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor dan PT Astra Daihatsu Motor meluncurkan dua produk mobil hemat bahan bakar-harga terjangkau (Low Cost Green Car/LCGC), Calya dan Sigra. Ini merupakan produk keempat yang diproduksi bersama-sama oleh kedua pabrikan asal Jepang itu. Sebelumnya, kerja sama Toyota-Daihatsu di Indonesia melahirkan Avanza-Xenia, Rush-Terios, dan LCGC Agya-Alya.

"Kelahiran dua produk ini menjadi simbol atas pengambilalihan Daihatsu Motor Company oleh Toyota Motor Corporation," kata Presiden Direktur Daihatsu Motor Company Masanori Mitsui di pabrik perakitan Daihatsu di Karawang, Jawa Barat, Selasa, 2 Agustus 2016. "Kami optimistis merek Daihatsu dan Toyota akan semakin kuat, baik di Indonesia maupun global."

Calya dan Sigra merupakan LCGC berbentuk multi purpose vehicle (MPV) berkapasitas 7 penumpang. Calya memakai mesin 1.2 liter dan dijual seharga Rp 129-150 jutaan. Sedangkan Sigra punya dua opsi mesin, 1.0 liter dan 1.2 liter, harganya mulai Rp 106-149 jutaan. Sama seperti Agya dan Alya, sasis, bodi, dan mesin mobil ini diproduksi oleh Daihatsu di pabriknya di Karawang.

"Bisa dibilang mobil ini adiknya Avanza dan Xenia," ujar Wakil Presiden Daihatsu Astra Motor Sudirman Maman Rusdi. Dia mengklaim kandungan lokal mobil ini sudah mencapai 94 persen. Daihatsu berinvestasi Rp 1,1 triliun untuk pengembangan kedua produk tersebut. Saat ini kapasitas produksi Calya mencapai 8 ribu unit perbulan. Sedangkan Sigra baru 3 ribu unit. "Nantinya kami bakal ekspor ke sejumlah negara di Asia Tenggara."

Sementara itu, pada Senin, 1 Agustus 2016, Toyota Motor Corp mengumumkan telah berhasil mengambil alih seluruh saham di Daihatsu Motor Co. Seperti dilansir autonews, Toyota mengeluarkan dana sebesar US$ 3 miliar untuk membeli sisa 49 persen saham Daihatsu. Kerja sama antardua merek ini sebetulnya sudah dimulai sejak 1967. Kemudian pada 1998, Toyota menjadi pemilik saham mayoritas Daihatsu dengan porsi 51 persen.

Dikutip dari japantimes.co.jp, Presiden Toyota Motor Corp Akio Toyoda menyiratkan pengambilalihan secara penuh ini bertujuan untuk menguasai pasar mobil kecil (kei-car) di pasar global. Daihatsu merupakan spesialis pembuat mobil kecil dan cukup sukses di pasar Asia Tenggara. "Kita tidak bisa mencapai kemajuan di masa depan jika tak mengetahui seluk-beluk mobil kecil," katanya.

Adapun, baik Toyota maupun Daihatsu Indonesia menyatakan belum bisa memastikan apa dampak dari take over ini. "Kan baru direalisasikan 1 Agustus lalu, kami belum mendapat instruksi apa-apa, akan kami bicarakan dulu," Wakil Presiden Toyota Astra Motor Henry Tanoto menjelaskan. "Yang jelas sinergi ini akan menjadikan Toyota dan Daihatsu lebih besar."

Di Tanah Air, Toyota dan Daihatsu adalah penguasa tiga besar klasemen penjualan mobil. Hingga Juni lalu, Toyota masih jadi yang teratas dengan penjualan 174.550 unit mobil dan penguasaan pasar 32, 81 persen dari total pasar. Sedangkan Daihatsu di posisi tiga dengan penjualan 89.510 unit mobil dengan pangsa pasar 16,83 persen.

PRAGA UTAMA

#Industri Otomotif
#Toyota

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi