Mazda Alihkan Distribusi ke Eurokars, Kenapa?  
Reporter: Tempo.co
Editor: Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Jumat, 14 Oktober 2016 18:54 WIB
Tampilan situs resmi PT Mazda Motor Indonesia yang menampilkan hitungan mundur peluncuran Mazda CX-5.(mazda.co.id)

TEMPO.CO, Jakarta - Public Relation Expert PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Dwi Parileksono mengatakan pengalihan bisnis distribusi kendaraan dan suku cadang Mazda dari MMI ke PT Eurokars Motor Indonesia tak disertai masalah. Pergantian manajemen tersebut direncanakan sejak Februari 2017.

“Itu hanya agar bisnisnya lebih fleksibel, bisa lebih diterima di masyarakat,” ujar Dwi saat ditelepon Tempo, Jumat, 14 Oktober 2016.

Dwi menekankan bahwa penandatanganan pengalihan manajemen distribusi tersebut tak disertai pemutusan hubungan kerja (PHK), maupun pengurangan gaji karyawan MMI. Pelayanan yang diberikan kepada konsumen pun tak berubah.

“Karyawan MMI 100 persen akan menjadi karyawan Eurokars, pemilik maupun calon pemilik produk Mazda bisa mendapat ‘sales’ dan ‘spare part’ seperti biasa,” kata Dwi. “Tak ada kekurangan.”

Pengalihan distribusi ke Eurokars, menurut Dwi, sesuai dengan aturan yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dalam aturan tersebut, ujarnya, perusahaan yang menjadi 100 persen kepemilikan asing hanya memiliki hak distribusi maksimal 15 tahun. “Jadi, saya rasa ini waktu yang tepat kepemilikan dialihkan ke lokal, manajemen juga menjadi lebih mudah beradaptasi dengan pemerintah (Indonesia).”

Dwi menilai izin distribusi produk Mazda Corporation di Indonesia sebelumnya terkesan kaku dan sulit diperoleh dari pemerintah. “Misal saja nih, dulu kalau Mazda mau masukin produk mobil diesel, kan harus banyak peraturan. Sekarang di manajemen lokal diharapkan keputusan bisa lebih fleksibel,” tuturnya.

YOHANES PASKALIS

#Industri Otomotif
#Mazda

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi