Nissan Motor Tawarkan Cara Murah Menuju Mobil Listrik
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Kamis, 2 Februari 2017 09:29 WIB
Head of Communication Nissan Motor Indonesia (kiri) dan Head of Datsun Indonesia Indriani Hadiwidjaja memperkenalkan Datsun Go Panca Special Version di Bandung, 26 Januari 2017. TEMPO/PRAGA UTAMA

TEMPO.CO, Jakarta - Nissan Motor Co kembali meluncurkan mobil berteknologi hibrid berbahan bakar bensin, Nissan Note e-Power, sebagai cara lebih murah menuju era mobil listrik. Langkah itu diklaim memangkas biaya yang dikeluarkan Nissan.

Mobil listrik bertenaga baterai, Nissan Leaf, yang pertama kali diproduksi massal 2010 adalah mobil listrik terlaris di dunia kendati penjualannya gagal mencapai target awal. Secara global, Leaf telah terjual lebih dari 250 ribu unit. Nissan berharap mobil hibrid yang dinilai mendekati mobil listrik Nissan Leaf akan memangkas biaya pemgembangan mobil listrik.

BacaMengintip Teknologi Masa Depan Nissan

Saat mengembangkan Leaf, CEO Nissan Carlos Ghosn mengisyaratkan Nissan akan melompati teknologi hibrid-bensin lewat mobil bertenaga baterai tanpa emisi.

"Kami tidak bisa menghindari fakta bahwa mobil listrik tetap mahal dibandingkan dengan kendaraan bensin konvensional, sementara ada juga asumsi berkelanjutan yang menyebutkan mobil listrik tidak cocok untuk bepergian jarak jauh," kata Hideyuki Sakamoto, eksekutif wakil presiden Nissan, kepada Reuters, Rabu, 1 Februari 2017 waktu setempat.

SimakNissan Indonesia Bikin Reality TV Show Motorsport

Di sisi lain, pesaing Nissan, Toyota Motor Corp, pada segmen hibrid telah menjual lebih dari 9 juta unit kendaraan sejak Prius diluncurkan pada 1997.

Akhir tahun lalu, Nissan meluncurkan e-Note, sebuah mobil hatchback kompak yang menggunakan motor penggerak yang sama seperti Nissan Leaf.  Note beroperasi seperti mobil listrik, namun tidak mengambil daya dari baterai besar dan mahal melainkan dari baterai lebih kecil yang diisi oleh mesin bensin.

Hasilnya, mirip dengan General Motors Chevrolet Volt, mobil listrik yang menggunakan mesin untuk mengisi daya baterai jika akan habis. Dengan harga mulai US$ 15.577, Nissan e-Note baru tersedia di Jepang, dan 40 persen lebih murah daripada mobil listrik Leaf.

Nissan menyatakan, keterjangkauan harga adalah kunci untuk menarik pengemudi agar suatu saat berganti ke mobil listrik total.

Sakamoto berharap, sistem e-Power hibrid yang digunakan pada Note yang disematkan pada sebagian besar mobil hibrid Nissan akan mendorong biaya produksi yang lebih murah untuk mobil hibrid dan listrik.

"Sampai saat ini, komponen termasuk inverter dan motor berbeda antara hibrida dan mobil listrik. Tapi sistem baru ini berbeda dalam pembagian komponen dengan Leaf. Hal ini menciptakan efisiensi untuk manufaktur," kata Sakamoto. 

ANTARA

#Industri Otomotif
#Nissan

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi