Ford Rancang Mobil Pembaca Wajah
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Kamis, 23 Februari 2017 12:54 WIB
Dua orang teknisi berada di dalam mobil Ford Fusion tanpa sopir milik Uber saat peluncuran di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, 13 September 2016. Dalam masa uji coba, dua teknisi akan turut naik ke dalam kendaraan, satu untuk menjaga kemudi jika terjadi hal tidak diinginkan dan satu lagi bertugas mencatat. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Ford optimistis kendaraan masa depannya akan mempunyai kemampuan untuk membaca ekspresi wajah pengemudi dan mampu melakukan reaksi yang tepat.

Dalam penelitian yang dilakukan Ford dan RWTH Aachen University di Jerman, produsen mobil asal Amerika Serikat itu akan menghadirkan kendaraan yang mampu mendeteksi mood pengendaranya lewat mikrofon dan kamera di dalam kabin.

Contohnya, mobil bisa mempelajari lagu apa yang ingin didengar pengemudi saat tampak stress dan bahkan bisa mengatur pencahayaan interior sesuai suasana hati.

Ford, seperti dilansir laman Car Scoops mengatakan, dengan sistem konektivitas SYNC 3 miliknya, kendaraan akan dilengkapi teknologi yang mampu menjadi asisten pribadi, dan disebut bisa terwujud dalam dua tahun ke depan.

Baca: Pemesan Skutik XMax 250cc Kunjungi Pabrik Yamaha

Sistem kontrol suara bisa mengatakan hal-hal semacam "Kamu akan kehabisan stok cokelat kesukaanmu dan toko favorit kamu memiliki beberapa persediaan. Ingin mampir dan membelinya?"

Selanjutnya, kamera di dalam kabin bisa memonitor pergerakan mata pengemudi yang bisa secara otomatis mengatur sistem navigasi dengan hanya melirik tujuan di peta.

Baca: Divonis KPPU, Yamaha: Harga Tinggi karena Pajak

Pengemudi juga dimanjakan oleh sistem yang mampu menjawab panggilan telepon masuk dengan menganggukkan kepala. "Banyak orang yang mencintai mobil mereka, namun dengan sistem baru yang mampu mempelajari dan beradaptasi, kita bisa mengharapkan terjalinnya hubungan yang lebih kuat dan serius," kata dosen senior di University of York Dominic Watt.

"Mobil tersebut akan menjadi asisten, teman perjalanan dan pendengan yang simpatik, dan Anda bisa mendiskusikan dan menanyakan apapun, hingga mencapai titik bahwa Anda lupa sedang berbicara dengan mesin," ujarnya.

BISNIS

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi