Pasar Sepeda Motor Masih Lesu, Penjualan Turun
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Jumat, 10 Maret 2017 16:25 WIB
PT Astra Honda Motor (AHM) mulai bermain di segmen sepeda motor adventure tourer tahun ini, dengan mengenalkan dua motor adventurenya, Honda CRF1000L Africa Twin dan Honda CRF 250 Rally di arena JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat. Hadirnya dua motor adventure Honda ini, guna memenuhi permintaan pasar yang tengah marak. bikebandit.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pasar sepeda motor di Indonesia masih lesu. Data yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan domestik pada bulan lalu hanya sebanyak 453.763 unit.

Capaian itu turun sekitar 15,66 persen dibandingkan dengan penjualan pada Februari tahun lalu sebanyak 524.864 unit. Adapun dibandingkan bulan pertama tahun ini yang mencapai 473.879 unit atau 4,43 persen.

Secara kumulatif total penjualan pada dua bulan pertama tahun ini mencapai 927.642 unit, turun sekitar 1,45 persen dibandingkan dengan kinerja pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 941.127 unit. GM After Sales Service PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing M. Abidin mengatakan penurunan itu disebabkan karena terganggunya aktivitas marketing setelah terbitnya SE No. 1/SEOJK.05/2016 tentang Tingkat Kesehatan Keuangan Pembiayaan.

“Karena aturan itu otomatis diler hanya mengandalkan petugas pemasaran sendiri, tidak ada bantuan pihak lain. Apalagi insentif dibatasi, ini mengganggu produktivitas penjualan,” katanya, Kamis, 9 Maret 2017.

Baca: Hari Ini, KPPU Putuskan Perkara Kartel Motor Skuter Matik

Dalam surat edaran tersebut, OJK membatasi pemberian insentif oleh perusahaan kepada pihak ketiga yakni di kisaran 15 persen-20 persen. Sebelum ada aturan ini insentif yang diberikan oleh perusahaan pembiayaan bisa mencapai 40 persen-45 persen.

Dia menjelaskan, dari sisi ekonomi makro, kondisi daya beli masyarakat sangat baik. Selain itu, mayoritas agen pemegang merek juga telah meluncurkan produk baru untuk merangsang penjualan.

“Secara ekonomi kondisi saat ini sangat baik.” Namun, menurutnya secara umum penjualan kendaraan pada tahun ini masih akan tumbuh dibandingkan dengan capaian tahun lalu. Hanya saja diler masih membutuhkan penyesuaian dengan kebijakan yang baru itu.

BISNIS.COM

#Industri Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi