Kenapa Mesin Motor Bisa Alami Stres 3,6 Kali Dibanding Mobil?
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Sabtu, 1 April 2017 02:04 WIB
PT Astra Honda Motor meluncurkan Honda CMX500 Rebel di Hard Rock Cafe, Pacific Place Jakarta Selatan, 17 Maret 2017. Honda CMX500 dibalut dengan mesin 471 cc 8 valve, liquid-cooled parallel twin-cylinder, yang sama dengan mesin CBR500R. Tempo/Wawan Priyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Mesin sepeda motor berisiko mengalami stres 3,6 kali lebih besar dibandingkan mobil karena berbagai faktor. Menurut Head, Group Project Delivery & Technology Petronas Lubricants International (PLI) Eric Holthusen, itu terjadi karena tekanan dan gesekan mesin lebih besar.

"Oleh karena itu mesin sepeda motor memerlukan perhatian dan perawatan yang lebih intensif," katanya di sela-sela peluncuran global pelumas sepeda motor Petronas Sprinta with UltraFlex di Mumbai, India, Kamis, 30 Maret 2017.

Eric menjelaskan, mesin sepeda motor dari segi RPM juga lebih tinggi hingga 68 persen saat mencapai output tenaga yang sama dengan mobil. Selain itu, temperatur di dalam mesin sepeda motor 33 persen lebih panas karena kerjanya yang kompleks dan ukuran yang lebih kecil. "Saya menyebutnya double trouble," ujarnya.

Eric yakin permasalahan mesin itu bisa diatasi Petronas Sprinta with UltraFlex yang direncanakan hadir di Indonesia sekitar akhir kuartal tahun ini atau kuartal pertama 2018. "Kami sudah menjadi mitra Formula 1 selama lebih dari dua dekade. Mesin F1 sangat stres dengan beban kerja yang sangat besar, dan ini yang kami terapkan pada mesin sepeda motor untuk menanggulanginya," ujar dia.

BISNIS.COM

#Industri Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi