Industri Otomotif Loyo, Shell Indonesia Sebut Bisnis Oli Tumbuh
Reporter: Tempo.co
Editor: Ali Akhmad Noor Hidayat tnr
Selasa, 1 Agustus 2017 19:54 WIB
Pekerja melihat kemasan oli Shell saat dikemas di barik Shell terbaru di Bekasi, 5 November 2015. Pabrik ini akan memproduksi merek pelumas seperti Shell Helix, Shell Advance, Shell Rimula, Shell Spirax dan berbagai pelumas industri lainnya. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - PT Shell Indonesia mengklaim bisnis oli masih tumbuh di tengah melambatnya perkembangan industri otomotif nasional.

"Kami masih bisa tumbuh. Industri mobil turun tetapi populasinya tidak berkurang, masih ada mobil tahun-tahun sebelumnya," kata VP Consumer Brand Helix and Advance PT Shell Indonesia, Edward Satrio, di Jakarta, Selasa, 1 Agustus 2017.

Simak: Tingkatkan Efisiensi, Shell Luncurkan 2 BBM Jenis Baru

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan, sepanjang semester pertama tahun ini, penjualan mobil hanya tumbuh sekitar 0,1 persen.

Edward mengatakan, dampak lesunya industri otomotif lebih mengarah kepada jangka panjang, sementara dalam tiga hingga lima tahun ke depan masih bisa ditangani.

"Ini berdampak pada long run jadi saat ini mungkin dampaknya masih mild," tuturnya tanpa merinci persentase pertumbuhan bisnis pelumasnya.

Edward menjelaskan, saat ini Indonesia merupakan motor penggerak pertumbuhan Shell secara global dan menjadi salah satu lokasi investasi terpenting perusahaan asal Belanda itu. "Bisa dikatakan sangat penting karena menjadi lokomotif pertumbuhan," kata pejabat PT Shell Indonesia ini.

ANTARA

#Industri Otomotif
#Royal Dutch Shell | Shell

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi