Hyundai Motor Menutup Parbiknya di Cina, Ini Alasannya
Reporter: Tempo.co
Editor: Eko Ari Wibowo
Rabu, 6 September 2017 18:39 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Hyundai Motor menyatakan telah menghentikan produksi di salah satu pabrik di Cina pada Selasa 5 September 2017 setelah pemasok menolak memberikan suku cadang karena penundaan pembayaran.

Ini adalah kejadian kedua dalam beberapa minggu terakhir. Tiga pabrik patungan di China lainnya tetap beroperasi.

Hubungan yang buruk dengan pemasok untuk usaha patungannya dengan BAIC Motor Corp Ltd menjadi kendala baru bagi produsen mobil Korea Selatan di Cina, yang telah mengalami penurunan penjualan setelah ketegangan diplomatik antara kedua negara.

Baca: Hyundai Akan Luncurkan Truk Pikap dan SUV di AS

Kerja sama Hyundai-BAIC baru saja memulai produksi kembali di empat pabrik di Cina pada 30 Agustus setelah masalah serupa menerpa sebelumnya.

Produksi sempat dihentikan selama lebih kurang satu pekan. Kemudian, satu pemasok Prancis menolak memberikan tanki bahan bakar karena tidak membayar.

Kali ini, perusahaan lain menolak memberikan asupan untuk sistem udara, kata wakil produsen mobil tersebut, yang menolak untuk mengidentifikasi pemasok tersebut, demikian dikutip dari Reuters, Selasa 5 September 2017.

Baca: Hyundai Target Penjualan 1.000 Kendaraan Niaga pada 2018

Sebelumnya, Hyundai mengumumkan pada Senin bahwa mereka telah mengganti kepala operasi di negara tirai bambu dengan Tao Hung Than, seorang keturunan Cina.

Semua perusahaan Korea Selatan terkena dampak dari keruhnya hubungan diplomatik antara Cina dan Korea Selatan. Hal ini terjadi setelah pemerintah Korea Selatan mengizinkan Amerika Serikat menerapkan sistem pertahanan rudal di wilayannya untuk melawan ancaman dari Korea Utara.

Menurut pemerintah Cina, sistem tersebut merupakan ancaman bagi keamanan nasional negaranya.

BISNIS


 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi